Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada tingkat SMA/sederajat di Kabupaten Jepara tinggal menunggu kelonggaran dari gubernur Jawa Tengah. Pasalnya, rata-rata gurunya sudah divaksin.

Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Jepara Aris Hidayanto menyatakan kesiapannya jika dalam waktu dekat PTM dilaksanakan di semua SMK. Diketahui, baru SMKN Kalinyamatan saja yang kini sudah menjalankan PTM tingkat SMK di Jepara.

Pihaknya menyebut, sudah 90 persen lebih guru-guru SMK yang ikut vaksinasi. Sedangkan, sisanya menunggu jadwal vaksinasi atau memang tidak bisa divaksin karena memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

“Hampir semua (guru SMK se-Jepara, red) sudah divaksin. Kecuali yang komorbid,” kata Aris, Selasa (31/8/2021).

Sedangkan untuk siswa, pihaknya memang hanya bisa mendorong agar mereka ikut vaksinasi. Sebab, menurutnya pihak sekolah tidak bisa memaksa para siswanya divaksin.

Meskipun begitu, pihaknya tetap memberikan pemahaman kepada para siswa mau divaksin.

Baca: Baru Dua SMA dan Satu SMK di Jepara Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Sementara itu, Ngaripah, Ketua MKKS SMA Kabupaten Jepara menyatakan, guru di SMAN 1 Mayong dan SMAN 1 Nalumsari seluruh sudah divaksin. Diketahui, hanya dua sekolah itu yang sudah melaksanakan PTM tingkat SMA di Jepara. Yang lain masih tahap simulasi.“Guru dan tenaga pendidikan sudah semuanya (divaksin, red). Sudah lama. Maret lalu kami sudah divaksin semua,” jelas Ngaripah.Sedangkan, lanjut Ngaripah, para siswanya masih sedikit yang sudah divaksin. Saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan kepada mereka.Selain vaksinasi, setiap sekolah juga sudah membuat aturan main pembelajaran. Terutama pengaturan protokol kesehatan yang benar-benar ketat. Sebab itulah yang paling utama dalam pelaksanaan PTM ini.  Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler