Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengintruksikan untuk menurunkan harga rappid tes antigen. Namun, di Jepara masih menganut tarif lama.

Kementerian Kesehatan melakukan penyesuaian harga yang diatur dalam Surat Edaran Nomor HK 02.02/I/3065/2021 tentang Batasan Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Test Diagnostic Antigen (RDT-Ag) yang ditandatangani Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan pada tanggal 1 September 2021.

Melalui surat tersebut, kini tarif swab tes antiges dibanderol maksimal Rp 99 ribu untuk wilayah Jawa dan Bali.

Kepala Bidang (Kabid) Penunjang Medik pada RSUD RA Kartini Jepara Nur Cholis menyatakan, sampai hari ini tarif rapid tes antigen masih menggunakan tarif lama. Yakni Rp 150 ribu untuk satu kali tes.

“Kita masih pakai tarif lama. Masih Rp 150 ribu. Kita juga baru tahu ada penurunan tarif dari Kemenkes,” kata Cholis, Jumat (3/9/2021).

Baca: Tarif Tes PCR Diturunkan, Ganjar: Ini yang Ditunggu Masyarakat

Ia menjelaskan, saat ini RSUD RA Kartini masih menggunakan reagen lama. Yang harganya masih Rp 90 ribuan. Sehingga, jika digabung dengan biaya tes itu, jumlahnya menyentuh Rp 150 ribu.“Ada juga yang reagennya paling murah. Harganya sekitar Rp 40 ribuan. Tapi tidak ada rekomendasi dari Kemenkes. Jadinya kita beli yang ada bukti rekom dari Kemenkes,” terang Cholis.Meski begitu, Cholis mengatakan akan membahas penurunan tarif tersebut dengan jajaran direksi esok hari. Menurutnya, kalau jadi diturunkan, reagen yang akan dibeli kemungkinan yang harganya Rp 65 ribuan.Terkait dengan animo masyarakat untuk melakukan tes, Cholis melihat dalam beberapa pekan terakhir justru mengalami penurunan. Untuk rapid tes antigen, rata-rata per hari sebanyak empat sampai delapan orang. Sedangkan, untuk tes PCR rata-rata 25 orang per hari. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News