Balar Teliti Situs Pemujaan Peninggalan Hindu-Buddha di Tempur Jepara
Faqih Mansur Hidayat
Selasa, 14 September 2021 16:57:51
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jepara - Pegunungan Muria, khususnya di wilayah Jepara menyimpan berbagai peninggalan bersejarah. Selama beberapa hari terakhir, Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta melakukan penelitian dan ekskavasi di kawasan tersebut.
Hery Priswanto, Peneliti Ahli Muda Balar Yogyakarta, mengatakan pada penelitian kali ini, pihaknya menitikberatkan pada peninggalan-peninggalan arkeologi yang bercorak Hindu-Buddha. Ada beberapa situs yang secara khusus diteliti. Seperti Candi Angin, Candi Bubrah, Candi Aso, dan Mahkaman.
“Yang sangat bagus kondisinya, artinya yang master peace di Muria itu adalah Candi Angin dan Candi Bubrah,” kata Hery, Selasa (14/9/2021).
Diketahui, Candi Angin sudah dikenal banyak orang sebagai tempat pemujaan atau peribadatan. Lokasinya berada di Puncak Candi Angin. Sejauh ini, Candi Angin diperkirakan peninggalan Kerajaan Majapahit.
Sedangkan, untuk situs Mahkaman, Hery baru mendapatkan informasi itu dari masyarakat pada 5 September lalu. Sehingga, perlu dilakukan penelitian lebih khusus pada situs tersebut.
Baca: Ada Lambang Cakra di Situs Watu Payon Pati, Bukti Pengaruh Hindu?
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Tim Balar Yogyakarta melakukan penelitian di situs Mahkaman, di Desa Tempur Jepara. (MURIANEWS/Faqih Mansur Hidayat)[/caption]
MURIANEWS, Jepara - Pegunungan Muria, khususnya di wilayah Jepara menyimpan berbagai peninggalan bersejarah. Selama beberapa hari terakhir, Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta melakukan penelitian dan ekskavasi di kawasan tersebut.
Hery Priswanto, Peneliti Ahli Muda Balar Yogyakarta, mengatakan pada penelitian kali ini, pihaknya menitikberatkan pada peninggalan-peninggalan arkeologi yang bercorak Hindu-Buddha. Ada beberapa situs yang secara khusus diteliti. Seperti Candi Angin, Candi Bubrah, Candi Aso, dan Mahkaman.
“Yang sangat bagus kondisinya, artinya yang master peace di Muria itu adalah Candi Angin dan Candi Bubrah,” kata Hery, Selasa (14/9/2021).
Diketahui, Candi Angin sudah dikenal banyak orang sebagai tempat pemujaan atau peribadatan. Lokasinya berada di Puncak Candi Angin. Sejauh ini, Candi Angin diperkirakan peninggalan Kerajaan Majapahit.
Sedangkan, untuk situs Mahkaman, Hery baru mendapatkan informasi itu dari masyarakat pada 5 September lalu. Sehingga, perlu dilakukan penelitian lebih khusus pada situs tersebut.
Baca: