Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Pegunungan Muria, khususnya di wilayah Jepara menyimpan berbagai peninggalan bersejarah. Selama beberapa hari terakhir, Balai Arkeologi (Balar) Yogyakarta melakukan penelitian dan ekskavasi di kawasan tersebut.

Hery Priswanto, Peneliti Ahli Muda Balar Yogyakarta, mengatakan pada penelitian kali ini, pihaknya menitikberatkan pada peninggalan-peninggalan arkeologi yang bercorak Hindu-Buddha. Ada beberapa situs yang secara khusus diteliti. Seperti Candi Angin, Candi Bubrah, Candi Aso, dan Mahkaman.

“Yang sangat bagus kondisinya, artinya yang master peace di Muria itu adalah Candi Angin dan Candi Bubrah,” kata Hery, Selasa (14/9/2021).

Diketahui, Candi Angin sudah dikenal banyak orang sebagai tempat pemujaan atau peribadatan. Lokasinya berada di Puncak Candi Angin. Sejauh ini, Candi Angin diperkirakan peninggalan Kerajaan Majapahit.

Sedangkan, untuk situs Mahkaman, Hery baru mendapatkan informasi itu dari masyarakat pada 5 September lalu. Sehingga, perlu dilakukan penelitian lebih khusus pada situs tersebut.

Baca: Ada Lambang Cakra di Situs Watu Payon Pati, Bukti Pengaruh Hindu?
Baca: Ada Lambang Cakra di Situs Watu Payon Pati, Bukti Pengaruh Hindu?Hery menjelaskan, situs tersebut berada di Puncak Mahkaman. Berbeda dengan di kawasan Candi Angin yang memiliki struktur batu, situs Mahkaman berstruktur bata. Tebalnya antara delapan sampai sembilan sentimeter.“Kita berhasil naik ke lokasi Mahkaman. Informasinya banyak dijumpai situs yang berstruktur bata. Dugaannya, itu peninggalan masa Mataram Kuno,” jelas Hery.Ia menambahkan, pihaknya masih akan melakukan penelitian lebih mendalam di wilayah Muria bagian utara. Terutama di Jepara dan Pati. Sebab, diyakini masih ada banyak situs-situs arkeologi yang masih tersembunyi di belantara Muria. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler