Rendahnya Pendidikan Dituding Jadi Biang Kemiskinan di Jepara
Faqih Mansur Hidayat
Sabtu, 18 September 2021 14:17:28
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jepara - Angka kemiskinan di Kabupaten Jepara terbilang tinggi. Salah satu hal yang dianggap sebagai penyubur kemiskinan adalah rendahnya tingkat pendidikan masyarakat.
Angka kemiskinan di Jepara periode September 2020 tercatat 7,17 persen. Atau naik sebesar 0,51 persen dari tahun 2019 yang sebesar 6,66 persen.
Jumlah penduduk miskin mengalami kenaikan dari 83.500 jiwa menjadi 91.140 jiwa di tahun 2020.
Bupati Jepara Dian Kristiandi menyatakan, faktor utama meningkatnya angka kemiskinan di kotanya adalah banyaknya masyarakat yang berpendidikan rendah.
“Sebagian besar masyarakat miskin di Jepara berpendidikan SD sederajat,” kata Andi, Sabtu (18/9/2021).
Karena berpendidikan rendah, secara langsung maupun tidak langsung, keterampilan masyarakat menjadi terbatas. Andi menilai masih banyak penduduk miskin usia produktif belum mampu menjangkau berbagai peningkatan kapasitas ataupun keterampilan yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun nonpemerintah.
Baca: Jumlah Warga Miskin di Jepara Naik Jadi 91 Ribu Lebih
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Salah satu penerima BLT dari kemensos saat mencairkan bantuan di Kantor Pos Jepara. (MURIANEWS/Budi Erje)[/caption]
MURIANEWS, Jepara - Angka kemiskinan di Kabupaten Jepara terbilang tinggi. Salah satu hal yang dianggap sebagai penyubur kemiskinan adalah rendahnya tingkat pendidikan masyarakat.
Angka kemiskinan di Jepara periode September 2020 tercatat 7,17 persen. Atau naik sebesar 0,51 persen dari tahun 2019 yang sebesar 6,66 persen.
Jumlah penduduk miskin mengalami kenaikan dari 83.500 jiwa menjadi 91.140 jiwa di tahun 2020.
Bupati