Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara memiliki pekerjaan rumah (PR) terkait penurunan Angka Kematian Ibu (AKI). Pasalnya, hingga saat ini AKI di Bumi Kartini terbilang masih tiggi. Terlebih dengan adanya pandemi Covid-19.

Pada tahun 2021 ini berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara hingga Agustus sudah ada 18 ibu meninggal saat proses melahirkan. Dari jumlah itu, 14 di antaranya meninggal karena Covid-19.

Data itu mengalami kenaikan sejak beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2018 tercatat ada 12 kasus, tahun 2019 13 kasus, tahun 2020 naik 15 kasus, dan pada tahun ini sampai bulan Agustus AKI sudah menyentuh angka 18 kasus.

Kepala DKK Jepara menyatakan tren ini harus diwaspadai bersama. Di masa pandemi ini, ibu yang meninggal saat melahirkan akibat Covid-19 ada 14 kasus, satu kasus karena pendarahan, satu kasus karena hellp syndrome, satu kasus karena penyakit jantung, dan eklampsia atau kejang.

"Angkanya 77,8 persen di tahun 2021 ini, penyebabnya adalah Covid-19, kemudian ada penyakit yang di derita si ibu. Kalo yang diakibatkan persalinan, itu kecil sekali penyebabnya," kata Mudrikatun, Rabu (6/10/2021).

Baca: Jepara Kembali Level 3, Pemerintah Harus Kerja Keras Lagi

Dia menjelaskan, kesiapan usia hamil juga berpengaruh pada kualitas bayi dan kesehatan si ibu. Yaitu saat wanita berusia 20 tahun dan pria 25 tahun.

Sepanjang tahun ini, ibu yang meninggal waktu melahirkan yang berusia kurang dari 20 tahun jumlahnya satu orang. Pada rentan usia 20-35 tahun, angkanya 13 kasus. Sedangkan, di atas 35 tahun ada empat kasus.
Sepanjang tahun ini, ibu yang meninggal waktu melahirkan yang berusia kurang dari 20 tahun jumlahnya satu orang. Pada rentan usia 20-35 tahun, angkanya 13 kasus. Sedangkan, di atas 35 tahun ada empat kasus.Baca: Siswi SMP di Madiun Melahirkan, Neneknya Sebut Dihamili Makhluk HalusMudrikatun menyampaikan, hal yang bisa diupayakan untuk menekan angka AKI yaitu menggenjot pelayanan Keluarga Berencana (KB).Mudrikatun menyebut, target pelayanan KB  bersama mitra kerja di Jepara sebanyak 39,496 akseptor. Yang terdiri dari berbagai metode dengan durasi waktu selama bulan Oktober hingga November 2021.Untuk mengoptimalkan pencapaian tersebut, Pemkab Jepara melakukan sosialisasi upaya peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB bersama mitra kerja Kabupaten."Maka perlu penguatan kesehatan masa sebelum hamil, untuk melihat layak atau tidaknya memulai kehamilan. Jika tidak, bisa melakukan intervensi ibu sebelum hamil," pungkasnya. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler