Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Dua kapal pengangkut wisatawan dan penduduk dari Karimunjawa sudah tiba dengan selamat di daratan Jepara. Mereka tiba setelah tertahan di pulau tersebut.

Sebelumnya, ombak di Perairan Jepara dan Karimunjawa tinggi. Akibatnya, semua penyeberangan wisatawan dan penduduk yang akan kembali ke Jepara tak diizinkan lantaran ombak besar dan berisiko tinggi.

Kabid Perhubungan Laut pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara Suroto mengatakan, saat ini mereka yang sebelumnya tertahan di Karimunjawa sudah kembali ke Jepara melalui Pelabuhan Kartini. Dua jenis kapal berangkat tadi pagi dari Karimunjawa.

“Sudah, sudah sampai di Jepara semua. Hari ini semua yang dari Karimujawa sudah kembali semua. Hari ini kecil ombaknya, tenang ini,” kata Suroto, Senin (6/12/2021).

Baca: 500 Lebih Wisatawan Tertahan di Karimunjawa

Pada dua hari lalu, lanjut Suroto, pihaknya memang melarang adanya pelayaran dari atau menuju Karimunjawa. Sebab, ombak di perarian jalur tersebut tingginya sampai 2,5 meter.

Untuk pelayaran berikutnya, Suroto memastikan masih sesuai dengan jadwal yang sudah ada.
Untuk pelayaran berikutnya, Suroto memastikan masih sesuai dengan jadwal yang sudah ada.Tetapi, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pada saat ada ombak tinggi atau cuaca buruk, Suroto memastikan tidak akan memberangkatkan kapal. Baik yang menuju ke Karimunjawa atau yang akan kembali ke daratan Jepara.“Tapi pada saat nanti pas hari-H  nya ombaknya tinggi, ya, tidak diberangkatkan. Kondisional,” tegas Suroto.Baca: Karimunjawa Ditawari PLTS di Tengah LautPihaknya menggunakan data dari Badan Metorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam memutuskan pelayaran dilakukan atau tidak. BMKG akan merilis peringatan prakiraan cuaca paling tidak dua hari sebelum hari-H. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler