Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jepara mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Ukir sebanyak 29.076 orang. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, angka ini terbilang turun.

Kepala BPS Jepara Manggus Suryono menyebut, TPT Jepara tahun 2021 ini turun sebesar 2,47 persen. Tahun ini angka TPT Jepara di angka 4,23 persen. Sedangkan, di tahun lalu 6,7 persen.

“Artinya, dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 4 orang yang menganggur pada tahun ini,” kata Manggus, belum lama ini.

Manggus tak menampik bahwa pandemi Covid-19 mengakibatkan sebagian masyarakat Jepara menganggur. Tahun ini ada 132.125 orang yang tidak bekerja akibat pandemi.

Berdasarkan angka itu, Manggus merinci ada 3.991 penduduk yang berhenti bekerja karena pandemi. Angka ini lebih baik dibandingkan dengan tahun 2020, yang mencapai 16.161 orang.

Lalu, untuk Bukan Angkatan Kerja (BAK), perbandingan antara tahun ini dan sebelumnya tidak teralu jauh. Tahun lalu angkanya 2.331 orang. Sedangkan tahun ini meningkat menjadi 2.350 orang.

Baca: Open BO dan Selingkuh di Pabrik Jepara Ditengarai jadi Biang HIV/AIDS
Baca: Open BO dan Selingkuh di Pabrik Jepara Ditengarai jadi Biang HIV/AIDSUntuk menyikapi masalah pengangguran ini, pihaknya merekomendasikan kepada pemerintah daerah agar memperhatikan sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).Sebab, sektor ini lah yang masih bisa bernapas cukup lega di tengah hantaman badai pandemi Covid-19.Manggus melihat penurunan TPT itu salah satunya dipengaruhi oleh bangkitnya UMKM di masa pandemi yang mulai mereda ini.“UMKM-UMKM yang ada dan sudah bangkit mesti disupport oleh pemerintah daerah. Sehingga, diharapkan bisa menyerap tenaga kerja dan pengangguran semakin berkurang,” pungkasnya. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler