Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Data Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Jepara ternyata terdapat perbedaan antara milik Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dan RSUD RA Kartini.

Pengamatan MURIANEWS, sejumlah ruangan di RSUD RA Kartini dipenuhi pasien DBD. Yang paling banyak justru anak-anak. Ruangan khusus anak bahkan nyaris penuh pasien.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD RA Kartini Jepara, Teguh Iskadir, mengaku sejak pergantian tahun kemarin sampai sekarang memang terjadi lonjakan kasus DBD cukup tinggi.

Pihaknya menyebut, sepanjang Januari ini saja tercatat ada 59 pasien. Rinciannya 41 pasien usia anak-anak dan 18 lainnya sudah dewasa.

“Memang ada trend kenaikan. Sampai pekan kedua Januari ini sudah ada satu anak yang meninggal dengan gejala DBD,” kata Teguh, Senin (10/1/2022).

Baca juga: Sepekan, DBD di Jepara Sudah Renggut Tiga Nyawa

Pada 2021 lalu, dari Januari sampai November tercatat 235 pasien DBD. Kemudian, pada Desember 2021, terdapat 159 kasus dengan rincian 108 anak-anak, 51 pasien dewasa, dan satu orang diantaranya meninggal dunia.Ternyata, data ini jauh berbeda dengan data yang dimiliki DKK Jepara. Kepala DKK Jepara, Mudrikatun, menyebut sepanjang Januari ini baru ada lima kasus DBD. Sedangkan, pada 2021 jumlah kasus DBD hanya 95 kasus.Terkait denga perbedaan data ini, Mudrikatun, memastikan data yang dia miliki merupakan data terupdate dari jajaran di tingkat bawahnya. “Laporannya memang seperti itu. Itu laporan yang kami terima dari bawah,” terang Mudrikatun.Secara rutin, Mudrikatun selalu menerima laporan kasus DBD dari seluruh fasilitas kesehatan, salah satunya RSUD RA Kartini. Laporan itu diperbarui secara periodik melalui aplikasi khusus yang ada di DKK. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler