Data DBD Dinkes Jepara dan Rumah Sakit Beda, Kok Bisa?
Faqih Mansur Hidayat
Senin, 10 Januari 2022 19:29:39
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jepara – Data Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Jepara ternyata terdapat perbedaan antara milik Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dan RSUD RA Kartini.
Pengamatan MURIANEWS, sejumlah ruangan di RSUD RA Kartini dipenuhi pasien DBD. Yang paling banyak justru anak-anak. Ruangan khusus anak bahkan nyaris penuh pasien.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD RA Kartini Jepara, Teguh Iskadir, mengaku sejak pergantian tahun kemarin sampai sekarang memang terjadi lonjakan kasus DBD cukup tinggi.
Pihaknya menyebut, sepanjang Januari ini saja tercatat ada 59 pasien. Rinciannya 41 pasien usia anak-anak dan 18 lainnya sudah dewasa.
“Memang ada trend kenaikan. Sampai pekan kedua Januari ini sudah ada satu anak yang meninggal dengan gejala DBD,” kata Teguh, Senin (10/1/2022).
Baca juga: Sepekan, DBD di Jepara Sudah Renggut Tiga Nyawa
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Kondisi pasien DBD di RSUD RA Kartini Jepara masih berusaha untuk pulih kembali. (MURIANEWS/Faqih Mansyur Hidayat)[/caption]
MURIANEWS, Jepara – Data Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Jepara ternyata terdapat perbedaan antara milik Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dan RSUD RA Kartini.
Pengamatan