Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Anak takut disuntik menjadi salah satu kendala kelancaran pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun. Tak terkecuali dialami juga di Kabupaten Jepara.

Bahkan, di beberapa sekolah ada anak yang sampai lari ketakutan gara-gara melihat jarum suntik. Selain itu, ada juga orang tua yang belum mengizinkan anaknya untuk divaksin.

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara pun sudah memerintahkan seluruh faskes untuk berkomunikasi dengan masing-masing sekolah.

Komunikasi itu dilakukan sebelum pelaksanaan vaksinasi. Di mana, wali murid harus diberi tahu untuk mendampingi anaknya.

“Kalau didampingi orang tuanya kan, anak-anak bisa merasa lebih nyaman. Sehingga kami berharap anak-anak didampingi orang tuanya,” kata Kepala DKK dr. Eko Cahyo, Jumat (21/1/2022).

Baca juga: Alasan Vaksinasi Jepara Rendah karena Stok dari Pemprov, Ganjar: Bukan!

Pelaksanaan vaksinasi anak di Jepara sendiri sudah mencapai 18.551 anak. Eko mengatakan pihaknya terus menggencarkan vaksinasi anak.
Pelaksanaan vaksinasi anak di Jepara sendiri sudah mencapai 18.551 anak. Eko mengatakan pihaknya terus menggencarkan vaksinasi anak.“Tetap, kami menyasar ke SD atau MI. Sesuai dengan jadwal fasilitas kesehatan (Faskes) di wilayah kerja masing-masing,” kata Eko, Jumat (21/1/2022).“Hingga sekarang, tepatnya sudah ada 18.551 anak yang sudah tervaksin. Capaian ini baru 16,8 persen dari target 110.205 anak,” lanjutnya.Selain soal anak takut divaksin, pihaknya juga terkendala dengan ketersediaan stok vaksin. Eko menyebut, beberapa hari lalu pihaknya menerima vaksin dari Provinsi Jawa Tengah sebanyak 77 ribu dosis. Stok ini tentu masih jauh untuk menyuntikkan semua sasaran.“Kami sesuaikan dengan ketersediaan yang ada. Sambil menunggu dropping vaksin berikutnya. Tapi ada juga tambahan dari TNI sebanyak 10 ribu. Nanti kami bisa kolaborasi,” imbuh Eko. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler