Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Sebanyak 19 santriwati di Kecamatan Bangsri, Jepara terpapar Covid-19. Jenis varian yang menginfeksi para santri tersebut masih belum diketahui.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Muh Ali, mengatakan sudah memiliki sampel dari 19 santriwati yang terpapar tersebut sejak kemarin, Minggu (30/1/2022).

Namun, rencananya baru hari ini (31/1/2022) sampel itu akan dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Tengah.

Baca juga: 19 Santriwati di Bangsri Jepara Positif Covid-19, Ini Pengakuannya 

“Sampel sudah ada di kami. Hari ini akan kami kirim ke Labkesda Jateng. Jadi kami belum tahu apakah itu varian omicorn atau tidak,” terang Muh Ali, Senin (31/1/2022) saat ditemui di kantornya.

Muh Ali menjelaskan, Jepara belum memiliki fasilitas untuk melakukan pemeriksaan sampel untuk memastikan jenis varian yang menginfeksi secara mandiri. Yang memiliki alat pemeriksa hanya Labkesda Provinsi Jateng saja.

Muh Ali pun tak bisa memastikan kapan hasil pemeriksaan itu akan keluar. Sebab, pemeriksaan sampel dilakukan berdasarkan antrean yang masuk ke Labkesda Porvinsi Jateng.“Tergantung dari sana. Rata-rata di atas satu minggu atau dua minggu. Kita tidak tahu pasti,” ujar Muh Ali.Sambil menunggu hasil pemeriksaan sampel keluar, imbuh Ali, pihaknya tetap mengisolasi 19 santriwati tersebut di pusat karantina Balai Latihan Kerja (BLK) Pecangaan Jepara. Mereka akan diisolasi selama sepuluh sampai empat belas hari.“Rata-rata mereka tanpa gejala. Kondisinya juga sehat. Semoga tidak varian omicorn. Sebab, beberapa waktu lalu, saya kirim sampel juga keluarnya varian delta,” pungkas Muh Ali. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler