Penjual Miras Oplosan Maut di Jepara Diperiksa Polisi, Ini Pengakuannya
Faqih Mansur Hidayat
Rabu, 2 Februari 2022 20:51:02
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jepara – Penjual miras oplosan di Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo yang tewaskan delapan orang diperiksa polisi secara intensif. Pemeriksaan dilakukan Satreskrim Polres Jepara.
Kasatreskrim Polres Jepara, AKP M Fachrur Rozi, mengatakan kasus tersebut sudah naik dari penyelidikan menjadi penyidikan. Itu dilakukan setelah mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan para saksi.
“Sampai saat ini kami sudah periksa delapan orang saksi. Mulai dari korban yang masih hidup sampai perangkat desa,” kata Rozi, Rabu (2/2/2022).
Baca juga: Delapan Orang di Jepara Tewas Gegara Miras Oplosan, Polisi Kosek Tiap Warung
Rozi sudah mengamankan sejumlah barang bukti dari warung ‘Angkringan 2 Jiwa’ tempat pesta miras oplosan maut. Seperti empat jerigen etanol sebanyak 23 liter.
Kepada penyidik, si penjual berinisial P itu mengaku mendapatkan miras dari seorang penjual miras di Desa Mambak, Kecamatan Pakis Aji.
“Jadi si P ini belajar meracik miras oplosan dari AJ, penjual miras yang beralamat di Desa Mambak,” ungkap Rozi.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ilustrasi. (Detik.com)[/caption]
MURIANEWS, Jepara – Penjual miras oplosan di Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo yang tewaskan delapan orang diperiksa polisi secara intensif. Pemeriksaan dilakukan Satreskrim Polres