Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Persoalan kelangkaan minyak goreng di Karimunjawa, Kabupaten Jepara perlu solusi yang jitu. Sebab, Pemkab Jepara sendiri masih belum punya solusi yang menggembirakan.

Akibat kelangkaan itu bahkan sampai membuat warga Karimunjawa harus membuat minyak goreng sendiri. Dengan modal kelapa di pulau itu, mereka membuat minyak goreng sendiri dan dibagikan kepada para tetangga.

Pilihan tersebut terpaksa diambil lantaran sudah tiga pekan terakhir minyak goreng di Karimunjawa sulit ditemui. Warga setempat tidak mempersoalkan berapa harga minyak goreng. Namun, ketersediaan minyak goreng di pasaran yang jadi masalah mereka.

Baca juga: Sikapi Minyak Goreng Langka, yang Dilakukan Warga Karimunjawa Jepara Wajib Diapresiasi

Menanggapi masalah itu, Bupati Jepara Dian Kristiandi mengaku belum bisa berbuat banyak. Sebab, persediaan minyak goreng di Bulog pun tidak bisa dipastikan adanya.

“Saya sudah komunikasi dengan pihak Bulog. Tapi Bulog tidak ada stok. Masalahnya di Jepara ini tidak ada produsen minyak goreng. Kalau ada, sudah pasti kita tahu masalahnya di mana,” katanya, Jumat (11/2/2022).

Kendati demikian, Andi menegaskan tetap mengupayakan stok minyak goreng. Terutama untuk warga Karimunjawa yang sangat kesulitan mendapatkan minyak goreng itu.Terpisah, Kasubag SDA pada Bidang Perekonomian Setda Jepara, Heru Sutamaji, mengaku tak punya data stok minyak goreng yang masih tersedia.Sejauh ini, pihaknya memantau dan mengoordinasikan pergerakan distribusi minyak goreng kepada distributor dan produsen.“Pantauan, memang ada kekurangan stok. Makanya, kami intens koordinadi dengan pihak-pihak terkait. Termasuk Dinas Industri dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah. Kita sudah ditawari untuk melakukan operasi pasar,” terang Heru. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler