Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Kabupaten Jepara dilirik perusahaan listrik berbasis tenaga surya, yakni PT Solarian Alam Jakarta. Jepara ditawari untuk menggunakan listrik tenaga surya.

Perwakilan PT Solarian Energi Alam Jakarta, James Lie, menyebut Kabupaten Jepara sangat potensial menggunakan energi listrik dari tenaga surya. Sebab, sinar matahari di Jepara tergolong berdurasi panjang.

Sementara ini, pihaknya baru menawarkan jasa pada pabrik besar di Jepara. Mengingat, pabrik-pabrik umumnya menggunakan pasokan listri dari PLN.

Baca juga: Biar Tak Gelap Gulita, Tiap Desa di Rembang Bakal Dipasangi Minimal 25 Lampu Tenaga Surya

Akibatnya, emisi karbon yang ditimbulkan dari sumber daya listrik itu juga besar.

“Sementara ini, kami mengarah ke pabrik-pabrik, utamanya yang PMA (Pemilik Modal Asing). Kami ingin semua industri membantu menjaga lingkungan hidup dan pengurangan emisi karbon,” kata James, Kamis (17/2/2022).
“Sementara ini, kami mengarah ke pabrik-pabrik, utamanya yang PMA (Pemilik Modal Asing). Kami ingin semua industri membantu menjaga lingkungan hidup dan pengurangan emisi karbon,” kata James, Kamis (17/2/2022).James mengklaim pembiayaan PLTS ini jauh lebih efisien dibanding pembangkit listrik tenaga lainnya. Efisiensi biaya bahkan bisa mencapai 15-20 persen. Terutama pada penggunaan listrik di siang hari.Terkait dengan biaya, James menyebut itu tergantung pada luasan dan kapasitas masing-masing pabrik. Misalnya pabrik berkapasitas listrik 25 megawatt, maka, nilai investasi alatnya mencapai Rp 200 miliar.Tak hanya di pabrik-pabrik, James juga membuka peluang penawaran ke kantor-kantor pemerintah daerah. Dirinya menyontohkan, bila satu gedung dalam satu bulan membutuhkan biaya listrik Rp 40 juta, efisiensinya bisa mencapai 15-20 persen. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler