Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Kain tenun troso khas Jepara memiliki nilai yang luar biasa. Bahkan, limbahnya masih bisa dikreasikan menjadi barang yang memiliki nilai jual ekonomi.

Salah satunya di tangan Imam Hamidun, warga Dukuh Wonosari, Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Dari tangannya, limbah tenun troso itu diubah menjadi produk seperti tas, peci, hingga dompet. Bahkan, ia sudah melakoninya selama tiga tahunan.

Baca juga: Festival Tenun Troso Diusulkan Jadi Agenda Tahunan di Jepara

“Kebanyakan kainnya dari limbah Tenun Troso. Tapi kalau ada pesanan partai besar ya, saya beli kain utuh. Tapi itu jarang,” kata Imam, Kamis (17/3/2022).

Sebelum mendirikan usaha kerajinan dari limbah Tenun Troso itu, ia pernah memiliki konveksi dengan produksi celana dan tas.

Mulanya, ia melihat banyak limbah tenun troso yang tak dimanfaatkan. Akhirnya, ia mencoba memanfaatkan limbah kain tenun troso itu menjadi sebuah produk baru.

Meski baru tiga tahun berjalan, produk bikinan Imam sudah melanglangbuana ke sejumlah wilayah di Indonesia.
Meski baru tiga tahun berjalan, produk bikinan Imam sudah melanglangbuana ke sejumlah wilayah di Indonesia.Itu karena dia rajin menawarkan produknya di situs belanja online. Selain itu, telah banyak juga reseller yang mengambil produk dari Imam untuk dijual kembali.“Sudah sampai kemana-mana. Paling jauh yang ke luar Jawa itu ke NTT (Nusa Tenggara Timur, red),” ujar Imam.Meskipun masih skala industri rumahan, Imam tak berkecil hati. Sebab, banyaknya pembeli dari berbagai daerah itu membuktikan produknya memiliki kualitas yang tak kalah dengan industri-industri kelas besar.“Yang penting penjualan lancar. Syukur-syukur bisa mengajak tetangga ikut bekerja,” imbuh Imam.Untuk diketahui, kain tenun troso merupakan produk asli Kabupaten Jepara. Sentra pembuatannya ada di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler