Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Kelangkaan minyak goreng curah di Kabupaten Jepara mulai dirasakan masyarakat di sana. Salah satunya dialami Zarkoni, produsen kerupuk di Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

“Minyak goreng (curah, red) sulit sekali didapat. Mau digoreng pakai apa? Sudah satu bulan lebih produksi tersendat. Seminggu kadang dua hari. Kalau ada minyak kita goreng, kalau tidak kita tidur,” ungkap Zarkoni, di gudang produksinya, Jumat (25/3/2022).

Biasanya, dia mendapatkan minyak goreng curah dari Pasar Ratu Jepara. Sebelum ada kelangkaan, ia mendapatkan belasan jeriken dengan ukuran 19 kg.

Baca juga: Minyak Goreng Curah Langka di Jepara

Namun, sejak ada kelangkaan, ia hanya mendapatkan 19 kg. Itu pun tak setiap hari ia mendapatkan minyak goreng.

Akibatnya, Zarkoni terpaksa tidak menggoreng kerupuk setiap hari. Sebab, ia harus mengumpulkan jumlah minyak goreng dulu sebelum memroduksi kerupuknya.

“Jadi sekali goreng kerupuk itu butuh minyak goreng sekitar 250 kilogram,” jelas Zarkoni.Baca juga: Polres Jepara Pelototi Distribusi Minyak Goreng Jepara dari Hulu Hingga HilirSituasi ini jelas membuat penurunan omset penjualan. Biasanya, dalam satu hari omzetnya berkisar antara Rp 1-2 juta. Namun, selama sebulan terakhir pendapatannya kian tak menentu.“Penurunan omset turun drastis. Simpanan-simpanan yang dulu sudah habis semua untuk menutupi kebutuhan setiap harinya. Untuk sembilan karyawan dan keluarga makan semua. Sulit sekali memang. Kalau begini terus ya, repot,” pungkas Zarkoni. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler