Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Seorang “Crazy Rich” asal Jepara nekat membangun jembatan antardusun di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Adalah Kholil, warga setempat yang membangun jembatan megah senilai Rp 3,7 miliar. Mayoritas biaya, yakni 99 persen dana pembangunan diambil dari kantong pribadinya.

Namanya pun ramai diperbincangkan masyarakat. Itu setelah ia memposting jembatan yang dibangunnya itu.

Saat ditemui MURIANEWS, Kholil menceritakan awal mula ia bertekad membangun jembatan itu. Mulanya ia merasa resah sekaligus iba melihat perjuangan warga setempat saat menyeberangi Kali Wiso.

Baca: Gak Mau Kalah, "Crazy Rich" Jepara Bangun Jembatan Senilai Rp 3,7 M dari Kocek Pribadi

Di sebuah kesempatan, Kholil melihat warga mempertaruhkan nyawanya saat menyeberangi sungai selebar 22 meter itu. Lebih lagi, saat musim hujan tiba. Debit air semakin besar dan berbahaya.

Di mana, lanjut Kholil, saat hujan tiba, arus sungai menjadi kencang dan kedalaman sungai kian bertambah.

Keberadaan jembatan pun sangat dibutuhkan. Sebab, dibangunnya jembatan akan menjadi akses bagi warga Dukuh Jotan, Tempur, Kedungjogo, dan Krajan di Desa Kecapi, Kecamatan Tahunan, Jepara.

Dulu, banyak warga terpaksa menyeberangi sungai saat berangkat-pulang kerja atau sekolah. Sebab, jika ingin ke seberang sungai, warga harus berjalan memutar melewati jalur yang sudah ada dan cukup jauh jaraknya.“Kalau musim hujan masyarakat susah lewat (sungai, red). Saya sempat lihat ada dua orang tua yang hampir hanyut terseret arus saat banjir. Saya tidak tega melihatnya,” kenang Kholil sambil matanya berkaca-kaca, Rabu (4/5/2022).Dari rasa iba itu, akhirnya Kholil bertekad membangun jembatan dengan uang pribadinya. Jembatan itu dibangun selama tiga bulan. Mulai dari bulan Oktober sampai Desember 2019.Dia tidak bicara dengan pemerintah daerah. Hanya, Kholil memberitahu kepala desa setempat. Saat itu ia mengatakan akan membangun jembatan secara pribadi untuk masyarakat umum.“Saya cuma bicara ke petinggi (kepala desa, red). Tapi saya tidak mengajukan proposal atau minta bantuan. Petinggi membolehkan, lalu pembangunan jalan,” terang Kholil.Kini, jembatan itu sudah menjadi akses sebagaian besar warga untuk menuju ke seberang sungai. Meskipun jalannya masih berupa tanah, warga tetap melewatinya. Sebab mereka bisa melipat jarak dan waktu untuk sampai tujuan di seberang. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler