Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Prosesi Larungan Kepala Kerbau dalam tradisi Pesta Lomban di Jepara berlangsung meriah, Senin (9/5/2022). Kepala kerbau yang dilarung ke laut jadi rebutan warga.

Warga sudah memenuhi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujung Batu, Kecamatan Jepara sejak pukul 05.00 WIB. Ratusan kapal nelayan juga sudah bersiaga di lautan.

Padahal, acara Larungan Kepala Kerbau baru dimulai pukul 07.15 WIB. Prosesi dimulai dengan ditandunya sesaji berbentuk kapal kecil oleh empat pria. Di dalam kapal itu ada kepala kerbau yang nantinya dilarung.

Baca: Tiga Bule Sukses Berenang dari Karimunjawa ke Jepara

Sebelum dilarung, sesaji dibawa ke tengah laut lebih dulu. Ada sekitar 110 kapal milik warga yang mengikutinya.

Setelah sampai di sebelah utara Pulau Panjang, miniatur kapal bersiap dilarung. Seketika itu, perahu-perahu nelayan langsung merangsek mendekat.

Pelarungan sesaji dilakukan Bupati Jepara, Dian Kristiandi. Para lelaki langsung menceburkan diri saat sesaji dilarung.Tak hanya berebut sesaji, mereka juga memperebutkan perhiasan yang dipasang di kepala kerbau. Seperti kalung, anting-anting dan perhiasan lainnya."Lomban sekaligus Larungan ini menjadi wujud syukur dari masyarakat nelayan Jepara. Harapannya, para nelayan ke depan bisa mendapatkan rezeki yang melimpah dari laut," kata Bupati.Disebutkannya, kegiatan Larangan Kepala Kerbau sudah menjadi tradisi dari nenek moyang secara turun temurun. Tahun ini, Larungan digelar secara meriah tanpa pembatasan. Sebab, tahun lalu, Larungan ini dilaksanakan secara terbatas dan diikuti sedikit nelayan. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler