Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Selain Larungan Kepala Kerbau, di Pesta Lomban Jepara juga digelar Festival Kupat Lepet. Ada 2.022 kupat atau ketupat dan lepet yang direbutkan warga.

Festival Kupat Lepet diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Jepara di Pantai Kartini. Kegiatan itu diselenggarakan setelah prosesi larungan kepala kerbau di laut usai.

“Alhamdulillah kegiatan Festival Kupat Lepet bisa berjalan dengan baik, dan warga masyarakat sangat antusias sekali,” ujar Bupati Jepara Dian Kristiandi, Senin (9/5/2022).

Baca: Larungan Kepala Kerbau di Jepara Diserbu Warga

Bupati menjelaskan, kegiatan itu penuh makna dan filosofi. Salah satunya memiliki makna sebuah pengakuan salah dan permintaan maaf.

“Ini tradisi budaya yang sangat luar biasa. Jadi dengan simbol itu bisa jadi tontonan juga tuntunan,” tuturnya.
“Ini tradisi budaya yang sangat luar biasa. Jadi dengan simbol itu bisa jadi tontonan juga tuntunan,” tuturnya.Ada dua gunungan yang merupakan susunan ketupat dan lepet. Jumlahnya 2.022. Gunungan itu dikelilingi untaian janur sebelum didoakan dan diperebutkan warga.Begitu doa selesai dipanjatkan, untaian janur yang mengelilingi gunungan dipotong Bupati Jepara. Warga yang sudah tidak sabar langsung berebut mendapatkannya. Kurang dari lima menit, 2022 ketupat dan lepet digunungan ludes.Tak hanya sekedar berebut gunungan, masyarakat pun dimanjakan dengan beragam pementasan kesenian. Mulai dari kentrung, tari, hingga pencak silat. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler