Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, Jawa Tengah mulai menyiapkan langkah antisipasi guna mencegah kasus hepatitis akut. Sebagaimana diketahui, penyakit ini mengancam anak-anak.

Bupati Jepara, Dian Kristiandi mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan surat terkait imbauan kewaspadaan adanya kasus hepatitis akut dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Baca: Menkes Sebut Hepatitis Akut Misterius Menular Lewat Asupan Makanan

Menindaklanjuti itu, ia memerintahkan Dinas Kesehatan setempat untuk segera berkoodinasi dengan rumah sakit. Tak hanya itu, pihak terkait juga diminta ikut mengedukasi pencegahan hepatitis akut pada masyarakat.

“Sampai saat ini belum ada (kasus hepatitis akut, red), tapi Dinas Kesehatan sudah kami minta untuk berkoordinasi dengan rumah sakit untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan eduksi kepada masyarakat pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat,” kata Andi, Selasa (10/5/2022).

Baca: Pemerintah Pastikan BPJS Tanggung Biaya Perawatan Penderita Hepatitis

Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Eko Cahyo Puspeno, mengatakan fasilitas pelayanan kesehatan telah diminta untuk mengenali tanda-tanda dan gejala hepatitis akut. Kemudian, jika ditemukan diminta untuk segera melakukan tindakan.“Jangan sampai menunggu fase lanjut. Begitu gejala, satu minggu pertama sudah mulai muncul. Ada mual, muntah, perut sakit, kemudian demam tapi tidak terlalu tinggi. Kalau sudah lanjut mata dan badan akan kuning,” kata Eko.Eko menegaskan, pananganan dan perawatan hepatitis akut tidak seperti Covid-19. Perawatan bisa dilakukan di ruang infeksi. Tingkat penularannya tidak secepat dan semasif Covid-19.“Meski tidak semasif Covid-19, kewaspadaan harus diutamakan. Jangan sampai ada yang meremehkan,” tandas Eko. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler