Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Masalah stunting masih jadi perhatian di Kabupaten Jepara. Guna mencegah lonjakan kasus stunting, sebanyak 2.739 ribu orang pendamping keluarga diterjunkan ke desa-desa di Jepara.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jepara Inah Nuroniah, menyampaikan, selain melakukan sosialisasi, mereka bertugas untuk memutakhirkan data sasaran keluarga berisiko stunting.

Inah Nuroniah menyebut ada 913 tim pendamping keluarga bergerak di Kabupaten Jepara. Masing-masing tim terdiri dari tiga unsur yaitu bidan, kader Keluarga Berencana (KB), dan kader PKK di desa. Sehingga total ada 2.739 ribu orang pendamping di Jepara.

Baca: Bupati Jepara Orang Pertama yang Gelar Wayang Kulit di Pulau Nyamuk

“Saat ini mereka sudah siap bekerja dan bersemangatk turun ke desa mencegah stunting,” kata Inah (14/5/2022).

Selain melakukan pemutakhiran data, mereka juga melakukan beberapa hal. Antara lain, mendampingi calon pengantin untuk melakukan pemeriksaan tiga bulan pernikahan, serta memastikan calon pengantin sehat lahir dan batin.
Selain melakukan pemutakhiran data, mereka juga melakukan beberapa hal. Antara lain, mendampingi calon pengantin untuk melakukan pemeriksaan tiga bulan pernikahan, serta memastikan calon pengantin sehat lahir dan batin.Selanjutnya, mereka bertugas mendampingi dan memastikan semua ibu hamil mendapat pemeriksaan secara berkala, asupan gizi seimbang serta bersalin di fasilitas kesehatan. Juga untuk mendampingi ibu pasca persalinan agar mau menggunakan kontrasepsi.“Mereka akan mendampingi ibu dan bayi untuk mendapatkan pelayanan posyandu dan pengasuhan orang tua guna mendapat pelayanan pendidikan secara holistik dan terintegrasi,” jelas dia.Disampaikan, kasus stunting di Kabupaten Jepara mengalami penurunan. Melalui data Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (PPGBM) secara elektronik jumlah kasus stunting mencapai 9.258 orang (2019). Kemudian turun menjadi 7.333 orang (2020), dan turun menjadi 7.261 orang (2021). Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler