Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara - Gempa bumi terjadi di dekat Kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara, sekitar pukul 23.08 WIB, Selasa (17/5/2022). Saat kejadian, warga sempat panik karena mendengar suara gemuruh.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa yang berpusat di 92 km barat laut Jepara tersebut terasa hingga ke Karimunjawa. Persisnya, berlokasi di 5.79 Lintang Selatan,110.42 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

Tingkat guncangan terasa hingga ke Karimunjawa dalam guncangan yang setingkat lemah atau tingkat II sampai III. Hal tersebut diukur berdasarkan skala MMI (Modified Mercalli Intensity).

Baca: Kapolres Jepara: Tewasnya Warga Muryolobo Murni Pengeroyokan

BMKG menyebut, kekuatan gempa yaitu 3,6 magnitudo dan tidak berpotensi tsunami. Untuk, itu masyarakat tidak perlu khawatir meski titik gempa berasal dari tengah laut.

Sementara itu, Camat Karimunjawa, Muslikin, mengaku merasakan adanya guncangan gempa tersebut. Saat kejadian, dirinya sedang ngobrol-ngobrol santai dengan warga di Desa Kemujan, Kecamatan Karimunjawa.

“Kaya ada gemuruh. Kerasa geser. (Suara gemuruh, red) kaya ada yang lari di bawah tanah. Angin juga tidak besar, normal saja,” kata Muslikin kepada MURIANEWS, Rabu (18/5/2022).

Muslikin mengungkapkan, saat terjadi guncangan, masyarakat sempat panik. Warga yang sebelumnya berada di dalam rumah langsung keluar dan saling bertanya satu sama lain.“Guncangannya sekitar lima detik. Ada sebagian yang panik,” imbuh Muslikin.Ternyata, guncangan itu tak hanya terasa di Desa Kemujan saja. Melainkan dirasakan warga Desa Karimunjawa, Pulau Nyamuk dan Pulau Parang.Setelah guncangan itu, Muslikin langsung mengumpulkan informasi dari berbagai pihak di seluruh Kecamatan Karimunjawa. Hasilnya, tidak ada satu kerusakan pun yang terjadi akibat gempa bumi tersebut.Selain mencari informasi itu, Muslikin juga mengecek kondisi laut. Dirinya melihat kondisi laut masih normal hingga siang ini.“Tidak ada perubahan air laut (sebelumnya, red). Sore sampai malam, pasang surut laut masih normal. Kondisinya masih aman sampai saat ini,” pungkas Muslikin.Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler