Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Jagat maya Jepara kembali diramaikan dengan video prosesi lamaran dan pernikahan dengan tradisi India-Pakistan. Video itu diketahui diambil di Desa Sumanding, Kecamatan Kembang, Jepara.

Acara lamaran itu digelar Minggu (15/5/2022). Perempuan yang sedang bergembira itu adalah Ana Zunita (25), warga yang tinggal di RT 18 RW 5 desa setempat.

Ana tak menyangka, acara sakral itu menjadi perbincangan dan viral di jagat maya. Bahkan, jumlah pengikut di instagramnya langsung bertambah dua ribu dalam sehari.

Baca: Gempa 3.6M Guncang Karimunjawa Jepara, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

“Saya juga enggak nyangka bisa sampai kaya gini (viral, red). Ramai banget. Follower instagram itu nambah dua ribu dalam sehari,” kata Ana pada MURIANEWS, Rabu (18/5/2022).

Diceritakan, Ana ingin pernikahannya menggunakan tradisi Jawa modern. Namun, suaminya, Umer Ghulam Muhammad (34) yang asli Pakistan memilih pakai tradisi negara asalnya.

“Semua konsep saya yang bikin. Tapi saya memadupadankan antara Pakistan sama Indonesia. Sebenarnya konsepnya modern, tapi saya padupadankan ala-ala India,” kata perempuan asli Desa Sumanding itu.
“Semua konsep saya yang bikin. Tapi saya memadupadankan antara Pakistan sama Indonesia. Sebenarnya konsepnya modern, tapi saya padupadankan ala-ala India,” kata perempuan asli Desa Sumanding itu.Sebelumnya, konsep pernikahan seperti itu selalu menjadi impian Ana. Ia pun harus mengurus sendiri semua kebutuhan untuk acara itu. Ana pun tak mempermasalahkannya.“Konsep semua saya sendiri. Aku cari-cari lagu (India, red) sendiri. Aku padukan dengan dance. Aku cari penari di sekitar sini dari Sanggar Keling. Koreo-koreonya aku cariin, mereka tinggal dance,” imbuh Ana.Saat prosesi lamaran, ada sekitar 60 keluarga mempelai pria asli dari Pakistan. Mereka semua mengenakan pakaian ala Pakistan. Hanya saja, seserahan lamaran masih seperti umumnya masyarakat setempat.Ketika keluarga besan tiba, lanjut Ana, masyarakat sekitar terkaget-kaget. Sebab, dirinya pun tak memberitahukan kepada para tetangganya kalau akan ada prosesi lamaran dengan adat Pakistan. Bahkan, keluarga intinya pun tidak sepenuhnya diberitahu terkait konsep tersebut. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler