Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Polisi berhasil mengungkap motif bentrok antarpemuda di Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. Bentrokan itu disebut dipicu dari konflik lama.

Kanitreskrim Polsek Tahunan, Aiptu Turmudzi, mengatakan, kedua kelompok yang bentrok disebut sudah sering bertikai. Dua kelompok yang bentrok juga diketahui bukan warga Kecamatan Tahunan.

“Keduanya memang sudah sering bergesekan,” terang Turmudzi saat ditemui di Polsek Tahunan, Jumat (20/5/2022) siang.

Baca: Geger Video Bentrok Antarpemuda di Jepara, Ini Faktanya…

Turmudzi mengungkapkan, bentrokan itu pecah usai kedua kelompok menonton pentas dangdut yang lokasinya tak jauh dari lokasi kejadian.

Hanya, lanjut Turmudzi, saat di lokasi pentas dangdut, kedua kelompok itu tidak terlibat pertengkaran. Baru setelah pulang, para pelaku mencegat korban di Cemara Cilik, Desa Ngabul.

Dijelaskan, para pelaku menghadang korban dengan menggunakan batang kayu. Kelompok pelaku membawa batu dan celurit.Sebelumnya, beredar video bentrok antarpemuda tersebut. Pembuat video sempat mengatakan ada pembacokan. Namun, setelah polisi melakukan pemeriksaan, tak ada pembacokan yang terjadi.Dari peristiwa itu, ada dua orang yang menjadi korban, yakni NA (18) dan MBS (14). Keduanya merupakan warga Surodadi, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Mereka mengalami luka pada bagian kepala.“Jadi perkelahian ini gara-gara masalah sepele. Awalnya pentheleng-penthelengan (saling memelototi),” pungkas Turmudzi.Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler