Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Kelompok Khilafatul Muslimin di Kabupaten Jepara sempat dikira sudah tak aktif sejak 2019 lalu. Namun ternyata, kelompok yang kini diawasi pemerintah pusat itu masih aktif.

Itu diungkapkan langsung oleh sesepuh perkumpulan Khilafatul Muslimin Jepara, Murtadho (63). Di rumahnya di Desa Kuanyar, kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara sendiri terdapat papan nama Khilafatul Muslimin.

“Sampai sekarang aktivitas kami masih aktif,” kata Murtadho saat ditemui Murianews di rumahnya, Kamis (9/6/2022).

Baca: Beredar Foto Tempat Perkumpulan Khilafatul Muslimin di Jepara

Murtadho menyebut, ada dua aktivitas utama dalam jamaah Khilafatul Muslimin. Yaitu, majelis taklim atau pengajian internal dan syiar ke luar menggunakan sepeda motor.

Sejauh ini, aktivitas majelis taklim masih terus berlangsung. Dalam satu bulan, agenda itu bisa berlangsung sampai empat kali. Di agenda itu, mereka mengkaji Alquran dan Hadist.

“Biasanya malam Ahad (Minggu, red) di sini. Kadang di rumah teman. Siapa yang siap ditempati, bergiliran,” jelas mantan Amir Ummul Quro Khilafatul Muslimin Jepara periode 2017 itu.

Murtadho mengatakan, jamaah Khilafatul Muslimin di Jepara ada sekitar 80 orang. Mereka tersebar di beberapa desa di Jepara.Desa-desa itu, yakni Desa Selagi dan Desa Plajan Kecamatan Pakis Aji, Desa Sinanggul Kecamatan Mlonggo, di Kecamatan Pecangaan, Desa Kuanyar Kecamatan Mayong dan sejumlah desa lain.“Kalau yang di Kecamatan Mayong sendiri jamaahnya tidak ada sepuluh orang,” ungkap Murtadho.Agenda taklim itu, kata dia, tidak hanya diikuti jamaah dari Kabupaten Jepara saja. Melainkan ada yang dari luar kota. Seperti Kabupaten Kudus, Pati, Semarang.“Kadang kita (jamaah Jepara, red) yang datang ke Semarang. Kadang sebaliknya,” pungkas dia. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler