Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Sempat beredar foto tiga pria berdiri di depan papan nama bertuliskan Khilafatul Muslimin Ummul Quro Jepara. Foto itu ramai di media sosial dan jadi perbincangan bagi warga Jepara.

Dalam foto itu, tampak dua pria berdiri dan seorang duduk di tengah. Pria di kanan mengenakan jubah hitam, ditutup jaket berwarna krem dan berpeci. Saat berfoto, ia berpose mengacungkan jari telunjuk ke atas atau simbol salam tauhid.

Sementara, pria di sebelah kiri mengenakan jaket hitam. Sedangkan, pria yang sedang duduk di tengah mengenakan rompi.

Baca: Khilafatul Muslimin Masih Aktif di Jepara, Jaringan Tersebar

Sesepuh perkumpulan Khilafatul Muslimin Jepara, Murtadho membenarkan, foto itu diambil di depan rumahnya, RT 3 RW 4 Desa Kuanyar, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. Papan nama Khilafatul Muslimin Ummul Quro itu pun masih berdiri kokoh di depan rumahnya.

Murtadho kemudian menjelaskan sosok yang ada di dalam foto tersebut. Disebutkan, pria yang mengenakan jaket hitam dalam foto itu adalah Ibnu yang merupakan Amir Wilayah Jawa Tengah saat itu. Sementara dua orang lainnya adalah stafnya.

“Itu saat mereka berkunjung ke sini,” terang Murtadho kepada Murianews, Kamis (9/6/2022).

Baca: Beredar Foto Tempat Perkumpulan Khilafatul Muslimin di JeparaTerkait papan nama atau plang di depan rumahnya tersebut, Murtadho mengatakan, itu sudah terpasang sejak 2017. Yakni, saat ia menjadi Ummul Quro Jepara.“Dulu, plang itu di rumah jamaah yang rumahnya di Desa Guyangan (Kecamatan Bangsri, red). Lalu saat saya jadi Amir, plangnya dibawa ke sini,” jelas dia.Dia menceritakan selama ini memang ada aktivitas anggota Khilafatul Muslimin di Jepara. Tempatnya bergantian di rumah anggota. Aktivitas itu meliputi majelis taklim, yakni mengkaji Alquran dan hadist.Aktivitas itu biasanya berlangsung malam minggu. Dalam sebulan bisa terlaksana empat kali. Selain taklim, aktivitas lain yakni syiar ke luar dengan menggunakan sepeda motor. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler