Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Kabupaten Jepara, Jawa Tengah ternyata induk pendirian kelompok Khilafatul Muslimin di wilayah Muria. Itu diungkapkan Murtadho (63) sesepuh Khilafatul Muslimin Jepara.

Murtadho (63), pernah menjadi Amir Ummul Quro pada 2017 lalu. Saat itu, ia memimpin Jemaah di wilayah Jepara, Kudus, dan Pati.

Pada Murianews, Murtadho mengaku paham jaringan-jaringan di Khilafatul Muslimin, terutama di wilayah Jawa Tengah.

Baca: Terkait Khilafatul Muslimin Jepara, Polisi Periksa Tiga Orang

Dijelaskan, dalam struktur kepemimpinan di Khilafatul Muslimin terbagi empat tinggkatan. Paling bawah ada disebut Kemas’ulan. Tingkatan itu mencakup wilayah desa.

Kemudian, ditingkat kabupaten atau beberapa kabupaten disebut Ummul Quro. Selanjutnya, di tingkat provinsi disebut teritorial.

Sedangkan, jabatan di atas provinsi disebut dengan daulah. Kemudian, pimpinan tertinggi disebut Imam Besar.

Untuk Jepara, kata Murtadho, masuk wilayah Jawa Tengah. Pimpinan Jawa Tengah ternyata tidak di Kota Semarang. Tapi, berada di Kabupaten Klaten.

“Ada penyempurnaan tambal sulam yang di wilayah hari ini. Sementara, Ummul Quro di Jepara kosong. Sementara ini, kalau ada apa-apa, koordinatornya di Kudus,” kata Murtadho, Kamis (9/6/2022).Di bandingkan wilayah muria lainnya, yakni Kudus dan Pati, Kabupaten Jepara lahir lebih dulu. Namun, Murtadho tak tahu kapan persisnya Khilafatul Muslimin lahir di Bumi Kartini.“Saya ini orang belakangan. Saya bergabung tahun 2001-an,” terang dia.Dikatakannya, saat ini ada 80 orang yang masuk Khilafatul Muslimin. Mereka tersebar di sejumlah desa di Kabupaten Jepara.Sementara di wilayah eks-karesidenan Pati, jaringan Khilafatul Muslimin tersebar di Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati. Jaringan ini terhubung dengan jaringan di Semarang.Murtadho menambahkan, jaringan tersebut terjalin erat melalui aktivitas-aktivitas rutin. Seperti majelis taklim yang digelar sebulan sampai empat kali. Serta syiar motor yang biasanya dilaksanakan empat bulan sekali ke masyarakat luar. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News