Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Stok bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Kabupaten Jepara masih kurang. Antrean panjang di SPBU pun sering terjadi.

Guna mengantisipasi itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara meminta penambahan kuota pertalite pada Pertamina.

Hal itu disampaikan oleh Sekda Jepara, Edy Sudjatmiko, Senin (13/6/2022). Edy memanggil pihak Pertamina untuk membahas persoalan itu.

Baca: Stok Pertalite di Jepara "Byar Pet"

”Kita mengajukan relaksasi atau tambahan pertalite sebanyak 15 ribu kilo liter,” kata Edy.

Edy mengatakan, keputusan itu merujuk karena kebutuhan tahun mengalami kekurangan sebanyak 13 ribu kilo liter.

Tahun lalu, kata Edy, kebutuhan Pertalite di Jepara sebanyak 81 ribu kilo liter. Sedangkan, untuk tahun ini, Jepara hanya dijatah 66 ribu kilo liter.

Permintaan itu juga berdasarkan karena adanya kenaikan harga pertamax yang mengakibatkan permintaan pertalite naik.
Permintaan itu juga berdasarkan karena adanya kenaikan harga pertamax yang mengakibatkan permintaan pertalite naik.“Semoga pengajuan kita bisa dikabulkan. Supaya tidak terjadi antrean panjang lagi,” ujar dia.Menurutnya, salah satu akar masalah stok pertalite yang selalu habis adalah kenaikan harga pertamax. Akibatnya, konsumen beralih membeli pertalite. Di sisi lain, kuota pertalite tidak mencukupi peralihan perilaku konsumen tersebut.Di sisi lain, Edy meminta distribusi pertalite di SPBU diperketat. Para pemilik SPBU akan diawasi pihak pemerintah dan Pertamina.Salah satu yang perlu diawasi yaitu pembelian pertalite dengan jeriken. Edy mengatakan sudah ada satu SPBU yang mendapat pembinaan akibat melayani pembeli dengan jeriken.“Kalau ada yang beli pakai jeriken harap dilaporkan. Nanti akan diberi pembinaan dari Pertamina,” tandas Edy. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler