Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Warga Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah menggelar kembali tradisi Jembul Tulakan, Senin (20/6/2022). Tradisi itu sempat vakum dua tahun akibat Covid-19 merajalela.

Ternyata tradisi Jembul Tulakan tak hanya jadi warisan budaya lokal saja. Tradisi yang digelar tiap Senin Pahing Zulkaidah (bulan ke-11 tahun Hijriyah) itu sudah terdaftar sebagai warisan budaya Indonesia sejak 2020.

Petinggi Desa Tulakan, Budi Sutrisno mengatakan, terdaftarnya tradisi Jembul Tulakan sebagai warisan budaya bangsa itu ditandai dengan pemberian sertifikat pada 2020.

Baca: Tradisi Jembul Tulakan Jepara Tak Lepas dari Kisah Sang Ratu

Penyerahan sertifikat itu dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Tak hanya itu, Bupati Jepara juga mendapat apresiasi pelestari seni dan budaya tradisional pada 2021.

”Predikat ini menjadi tanggung jawab bagi kami untuk terus melestarikan Jembul Tulakan,” kata Budi, Senin (20/6/2022).

Salah satu wujud pelestarian itu adalah, dengan rutin menggelar prosesi tradisi Jembul Tulakan setiap satu tahun sekali, yakni pada Senin Pahing bulan Zulkaidah.

”Arak-arakan ini digelar bersamaan dengan acara sedekah bumi Desa Tulakan,” ujar Budi.

Budi berharap, Jembul Tulakan bisa menjadi agenda pentas kebudayaan oleh Pemkab Jepara. Sehingga, tradisi tersebut bisa lebih dikenal banyak orang.
Budi berharap, Jembul Tulakan bisa menjadi agenda pentas kebudayaan oleh Pemkab Jepara. Sehingga, tradisi tersebut bisa lebih dikenal banyak orang.Sementara itu, Kabid Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara, Ida Lestari, menyebut ada tiga tradisi di Jepara yang memperoleh predikat warisan budaya.Selain Jembul Tulakan, dua tradisi lain yang mendapat perdikat warisan budaya yakni Perang Obor dan Pesta Lomban.Kepada masyarakat, Ida berharap agar tradisi Jembul Tulakan terus dijaga dan dilestarikan. Salah satunya yaitu lewat even-even kebudayaan.Sejauh ini, Jembul Tulakan sudah sering tampil di even-even kebudayaan dan kesenian di tingkat regional maupun nasional.Sementara itu, untuk perangkat desa, Ida berharap bisa terus bersinergi dengan Disparbud. Sehingga, tradisi Jembul Tulakan bisa terus terjaga dan terwariskan dari generasi ke generasi.”Lebih jauh dari itu, yang terpenting adalah makna dari tradisi itu dapat sampai ke masyarakat luas. Semoga tradisi ini bisa terus dilestarikan,” tutur Ida. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler