Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Tradisi arak-arakan atau Festival Jondang Kawak di Desa Kawak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah kembali dihelat, Kamis (23/6/2022). Ribuan orang tumplek blek menyaksikan wisata budaya desa itu.

Sejak pukul 08.00 WIB, kelompok-kelompok masyarakat mulai berdatangan. Mereka membawa beragam sajian olahan hasil bumi.

Olahan hasil bumi tersebut ditempatkan di Jondang. Jondang sendiri adalah kayu yang dibentuk persegi panjang. Ukurannya 1 meter x 40 sentimeter. Pada tengah-tengahnya berlubang.

Ada dua puluh RT yang mengikuti Festival Jondang. Masing-masing RT membawa dua Jondang. Jondang lanang (laki-laki) dan wadon (perempuan).

Jondang dipikul oleh dua orang lelaki. Jondang diiringi rombongan yang membawa gunungan hasil bumi, kaum ibu pembawa makanan tradisional, serta iringan pemain musik.

Baca: Unik, Desa Kawak Jepara Usir Wabah PMK dengan Sepak Bola Api

Jondang-jondang diarak mengelilingi desa. Lalu, rombongan berhenti di makam atau Punden Mbah Kawak.
Jondang-jondang diarak mengelilingi desa. Lalu, rombongan berhenti di makam atau Punden Mbah Kawak.”Ini adalah puncak sedekah bumi Desa Kawak. Dua tahun sudah kita tak bisa melaksanakan karena pandemi Covid-19,” kata Eko Hery Purwanto, Petinggi Desa Kawak, Kamis (23/6/2022).Baca: Tradisi Jembul Tulakan Jepara Tak Lepas dari Kisah Sang RatuHery menyebut, hasil bumi seperti ketela pohon, jagung dan padi yang diarak dengan beragam olahan itu merupakan perwujudan syukur rakyat kepada Tuhan dan alam semesta.Melalui Festival Jondang ini, Hery berharap kebersamaan dan kerukunan masyarakat desa bisa terus menguat. "Semoga sedekah bumi ini bisa memberkahi kita semua," harap Hery. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler