Kisah Melamar Gadis dari Tradisi Jondang Kawak Jepara
Faqih Mansur Hidayat
Kamis, 23 Juni 2022 14:19:54
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Jepara – Tradisi Jondang Kawak sarat dengan makna filosofis. Tradisi itu kini menjadi identitas bagi Desa Kawak, Kecamatan Pakisaji, Jepara, Jawa Tengah.
Petinggi Desa Kawak, Eko Hery Purwanto, mengatakan bahwa Jondang adalah warisan leluhur.
Jondang sendiri adalah kayu berbentuk persegi panjang. Ukurannya 1 meter X 40 sentimeter. Pada bagian tengahnya, diberi lubang untuk menaruh seserahan.
Dulu, kata Hery, Jondang dijadikan tempat seserahan untuk melamar gadis. Seserahan-seserahan yang umum dibawa saat lamaran ditaruh Jondang dan dipikul sampai ke rumah calon mempelai putri.
”Dulu Jondang dibuat membawa seserahan orang melamar. Ada juga yang dijadikan tempat menaruh barang-barang dapur," kata Hery, Kamis (23/6/2022).
Baca: Festival Jondang Kawak Jepara, Sedekah Bumi Tanda Syukur
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Jondang diarak dalam tradisi Jondang Kawak di Desa Kawak, Jepara. (Murianews/Faqih Mansur Hidayat)[/caption]
MURIANEWS, Jepara – Tradisi Jondang Kawak sarat dengan makna filosofis. Tradisi itu kini menjadi identitas bagi Desa Kawak, Kecamatan Pakisaji,