Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Sebanyak 371 koperasi di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, tengah berada dalam kondisi tidak sehat. Bahkan, banyak di antaranya yang kini diambang pailit atau bangkrut.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Jepara Samiadji, menyebut hingga kini ada 691 koperasi yang terdaftar aktif di Jepara. Mereka ada yang sudah terdaftar lama, ada pula yang baru beberapa tahun.

”Yang terdaftar 691 koperasi. 50 persen di antaranya kondisinya bagus," kata Samiadji, Jumat (24/6/2022).

Samiadji mengungkapkan, kini terdapat 320 koperasi yang terpantau dalam kondisi sehat. Namun, ada 371 koperasi yang terancam pailit.

Baca: Ratusan Koperasi di Pati Dibubarkan

Sejak tahun 2020 lalu, ada sekitar 20 koperasi yang mengajukan pembubaran. Namun, karena mekanisme pembubaran hanya bisa dilakukan pemerintah pusat, Samiadji tak bisa berbuat banyak.
Sejak tahun 2020 lalu, ada sekitar 20 koperasi yang mengajukan pembubaran. Namun, karena mekanisme pembubaran hanya bisa dilakukan pemerintah pusat, Samiadji tak bisa berbuat banyak.”Kami hanya menerima usulan pembubaran. Kemudian kami laporkan ke pemerintah pusat," terang Samiadji.Sejauh ini, Samiadji sudah melakukan pengawasan rutin terhadap koperasi-koperasi yang terdaftar. Ada tiga orang yang menjadi pengawas yang diturunkan.”Ada beberapa kelompok yang ini mendirikan koperasi baru. Namun kami minta harus berhati-hati. Supaya tidak terjerat pailit," pungkas Samiadji. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler