Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Jelang Hari Raya Iduladha, pelaksanaan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, digenjot.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP), Mudhofir, mengatakan pelaksanaan vaksinasi PMK menyasar desa-desa.

Terutama, lanjutnya, yang menjadi lumbung ternak kurban. Dalam sepekan, sejak kali pertama dimulai, sudah 1593 ekor yang sudah divaksin PMK.

Baca: PMK Serang Sapi dan Kerbau, Kambing Jadi Pilihan Kurban di Jepara

”Kami terus gerak untuk vaksinasi PMK ini,” kata Mudhofir, Selasa (5/7/2022).

Jumlah ternak yang sudah tervaksin itu tersebar di beberapa kecamatan, yakni, Kecamatan Kembang, Donorojo, Bangsri, Pecangaan, Kalinyamatan dan Pakis Aji.

Sampai saat ini, DKPP Jepara masih memiliki stok vaksin PMK sebanyak 1.407 dosis. Sebelumnya, Jepara diberi jatah 3000 dosis vaksin PMK dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Selain melakukan vaksinasi, pihaknya juga melakukan perawatan pada ternak. Seperti memberikan vitamin.Misalnya saja pada hari ini, DKPP Jepara memberikan vitamin untuk penyegaran dan stamina ternak. Total ada 338 kerbau yang hari ini diberi vitamin di Desa Guwosobokerto, Kecamatan Welahan.”Vitamin itu untuk stamina dan penyegaran. Agar saat Idul Adha sehat,” jelas Mudhofir.Pelaksanaan vaksinasi PMK di Jepara tak selalu berjalan mulus. Tim vaksinasi kerap menuai kendala di lapangan.Seperti, jaringan komunikasi yang terbatas dan mencari hewan pengganti untuk divaksin. Sebab, tak sedikit hewan ternak saat didaftarkan dalam kondisi sehat, namun ketika hendak divaksin ternyata terpapar PMK. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler