Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Musibah kebakaran menimpa gudang penyimpanan limbah kertas dan kain di Desa Pendosawalan, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, Kamis (28/7/2022). Akibat musibah itu, pemilik gudang rugi Rp 700 juta dalam hitungan jam.

Salah seorang saksi, Rohmah (62), warga setempat melihat api dan asap membumbung tinggi sekitar pukul 16.00 WIB. Mulanya api muncul dari bagian belakang gedung. Kemudian, merembet ke bagian depan.

Api yang terus membesar membuat warga geger. Karena ketakutan, Rohman mengeluarkan sejumlah perabotan rumah tangga dari dalam kediamannya.

”Lemari, kasur, kursi dan beberapa perabotan lain saya keluarkan. Takut kalau ikut terbakar,” kata warga yang rumahnya berdekatan dengan gudang itu, Kamis (28/7/2022) petang.

Baca: BREAKINGNEWS: Gudang Limbah di Kalinyataman Jepara Terbakar

Gudang tersebut diketahui milik Roni, warga Desa Petekeyan, Kecamatan Tahunan, Jepara. Roni mengungkapkan, saat peristiwa itu terjadi, semua pegawai telah pulang seluruhnya, sehingga gudang yang kebanyakan berisi rongsokan kardus dan kertas itu kosong.

”Kerugian akibat kebakaran ini sekitar Rp 700 juta,” jelas Roni.

Hingga kini, Roni belum mengetahui penyebab kebakaran hebat itu. Karena ini baru pertama kali terjadi, urusan kejadian ini dia serahkan kepada pihak kepolisian.Sementara itu, Kapolsek Kalinyamatan, Iptu Yusron, mengatakan bahwa Satreskrim Polres Jepara telah tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna melakukan serangkaian penyelidikan.“Sementara ini kita pengamanan supaya cepat padam,” tegas Iptu Suroyo.Pihaknya menyatakan, proses pemadaman mengalami kendala. Salah satunya, mobil pemadam kebakaran sempat terhambat lalu lintas yang cukup padat. Sebab, di waktu bersamaan, para karyawan pabrik dari industri setempat pulang kerja.”Ada enam mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan. Hingga pukul 18.00 WIB, api bagian depan gudang berhasil dipadamkan. Petugas pemadam kebakaran masih terus berupaya memadamkan api,” pungkas Yusron. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler