Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Logo Jepara Environmental Art Biennale (JEAB) resmi diluncurkan, Kamis (28/7/2022) malam. Seniman senior, A Anzieb, Nur Rohmad, dan Nano Warsono lah yang membidani logo tersebut.

Ketiganya merupakan seniman asli Bumi Kartini yang sudah melalangbuana ke berbagai penjuru dunia. Menurut ketiganya, logo yang diciptakan itu, penuh filosofi luhur.

Dijelaskan katiganya, ide dasar logo tersebut adalah ukiran di dinding Masjid Mantingan. Kemudian, bentuk logo yang menyerupai punden berundak merupakan simbolisasi pengingat pada ajaran tujuh sifat manusia yang perlu dimiliki sebagai pemimpin.

Adapun tujuh sifat utama pemimpin adalah mahambeg mring warih (meniru sifat air), samirana (angin), candra (bulan), surya (matahari), samodra (laut), wukir, lan dahana (gunung dan api).

Baca: Logo Jepara Environmental Art Biennale Diluncurkan

Dalam logo itu juga memiliki unsur utama. Pertama, pada huruf J sebagai simbol pasaran Pon yang bermakna makrokosmos bertempat di Barat, yang mengandung unsur air. Pengertian mikrokosmos ini diartikan sebagai ari-ari.

Kemudian, para huruf E yang dimaknai sebagai pasaran Wage. Artinya makrokosmos bertempat di Utara, yang mengandung unsur tanah. Mikrokosmos ini dimaknai sebagai tali pusar.

Ketiga, huruf A atau pasaran Legi, mengandung makna makrokosmosbertempat di Timur, yang mengandung unsur udara. Artinya mamarti atau air ketuban.
Ketiga, huruf A atau pasaran Legi, mengandung makna makrokosmosbertempat di Timur, yang mengandung unsur udara. Artinya mamarti atau air ketuban.Lalu keempat, huruf B atau pasaran Pahing, artinya makrokosmos bertempat di Selatan, yang mengandung unsur api. Simbol ini bermakna darah.Terakhir, simbol eiter atau pasaran Kliwon. Ditempatkan di tengah-tengah perlambang sukma atau jiwa sebagaimana lima pancer yang memancarkan cahaya panca warna. Yang dimaksud di sini adalah si jabang bayi.Adapun tema JEAB, yakni Ambah Pesisiran memiliki tema mendatangi kembali pesisiran. Itu mengingat letak geografis Kabupaten Jepara yang berada di wilayah pesisir.”Jepara memiliki landscape alam yang lengkap. Laut sampai gunung ada. Tema yang kita angkat ini membawa misi penjagaan lingkungan. Harapannya, seni bisa berdampingan dengan narasi alam dan manusia,” kata Nano Warsono, perupa yang kini menjadi dosen ISI Yogyakarta ini, Kamis (28/7/2022) malam.Melalui pameran seni rupa bertaraf nasional bahkan internasional itu, para kurator berharap karya-karya yang disuguhkan bisa membuat pengunjung dan masyarakat mampu memaknai narasi-narasi seni, alam dan kemanusiaan. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler