Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Minuman khas Jepara, adon-adon coro kini kemas secara instan. Inovasi produk ini keluar dari tangan siswa SMKN 1 Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Mereka adalah Lupi Oktafiani dan Basori Abdul Majid, kelas XII Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP). Dalam mewujudkan inovasi itu, mereka didampingi gurunya.

Adon-adon coro sendiri merupakan minuman khas Kabupaten Jepara. Sekilas, minuman ini mirip seperti bubur kacang hijau dan Wedang Ronde.

Minuman ini biasanya dijual di lapak-lapak kaki lima. Di sana, adon-adon coro diracik secara secara tradisional.

Baca: Cerita di Balik Kue Lebaran Serba Ikan Khas Jepara

Lupi mengatakan, inovasi itu diwujudkan guna memudahkan masyarakat yang ingin menyeruput adon-adon coro. Sebab, jika masih menggunakan model tradisional, prosesnya lebih lama.

”Kami membuat adon-adon coro dalam bentuk bubuk. Jadi lebih mudah dan simpel,” kata Lupi, saat ditemui Murianews, Kamis (18/8/2022).

Dijelaskan, bahan baku membuat adon-adon coro instan tak ada bedanya dengan yang tradisional. Yakni gula merah, gula putih, jahe, merica, sereh dan santan.

Mula-mula, kedua pelajar itu menghaluskan jahe yang dicampur air mineral. Kemudian, jahe bercampur dengan air dan halus, diberi sereh, merica dan garam lalu direbus sampai mendidih.

Setelah mendidih, adonan tersebut diangkat dan disaring. Lalu, direbus kembali dengan api sedang.

Pada tahap ini, dimasukkan gula putih dan gula merah. Kemudian, adonan diaduk sampai mengering dan teksturnya berubah menjadi gumpalan-gumpalan kasar.

Setelah menjadi gumpalan-gumpalan, kemudian dihaluskan dengan mesin grinder atau penghalus. Jika sudah halus, adonan ditaruh dalam wadah lalu dicampur dengan bubuk kelapa.
Setelah menjadi gumpalan-gumpalan, kemudian dihaluskan dengan mesin grinder atau penghalus. Jika sudah halus, adonan ditaruh dalam wadah lalu dicampur dengan bubuk kelapa.”Paling cepat prosesnya setengah jam. Paling lama satu jam,” kata Basori.Dalam ukuran 170 gram adon-adon coro instan, bisa disajikan untuk lima gelas. Adon-adon coro instan ini pun sudah dipasarkan secara online dan offline. Ukuran 170 gram itu dijual seharga Rp 25 ribu.Masalah rasa, adon-adon coro instan ini hampir sama dengan versi tradisionalnya. Hanya, tak ada kenikmatan mengunyah irisan atau parutan kelapa pada adon-adon coro tradisional.Kepala SMKN 1 Pakis Aji, Bambang Winniharto mengatakan, inovasi siswanya itu sebagai upaya mengenalkan minuman khas Kabupaten Jepara untuk berbagai kalangan.Proses mewujudkan inovasi itu sendiri sudah sekitar tiga tahun terakhir. Pihaknya terus terus mengembangkannya.”Sekarang, adon-adon coro bisa dikonsumsi lebih mudah. Caranya tinggal menyeduh saja. Tak usah repot-repot,” ujar Bambang.Menurut Bambang, adon-adon coro sangat bermanfaat bagi imunitas tubuh. Sebab, bahan bakunya merupakan rempah-rempah yang mengandung zat imun tinggi.Bambang berharap, inovasi para siswanya itu bisa menjadi pendongkrak ekonomi kreatif masyarakat Jepara. Sehingga, olahan-olahan khas Jepara bisa dijangkau semua masyarakat tanpa batasan kalangan.”Produk kami ada di online shop. Ada juga di pusat-pusat oleh-oleh khas Jepara,” pungkas Bambang. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler