Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Penjabat (Pj) Bupati Jepara Edy Supriyanta menemui peserta aksi Aliansi Mahasiswa Jepara dalam demostrasi penolakan kenaikan harga BBM.

Ia ditemani Ketua DPRD Kabupaten Jepara Haizul Ma’arif saat menemui peserta aksi tersebut. Edy menyampaikan sejumlah langkah yang telah dilakukan pemerintah dalam menyikapi kenaikan harga BBM.

Salah satu tuntutan yang disampaikan peserta aksi yakni soal Basis Data Terpadu (BDT) agar penerima manfaat bantuan tepat sasaran.

Edy menyampaikan, Pemkab Jepara terus memperbaharui data tersebut secara berkala. Perbaikan data itu dilakukan Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Jepara dan disampaikan ke Kementerian Sosial.

Sementara, terkait mengatasi dampak kenaikan harga BBM, pemerintah setempat telah menyiapkan anggaran Rp 5 miliar. Dana itu diambilkan dari Dana Transfer Umum.

”Kami sudah siapkan anggaran dua persen dari APBD. Itu solusi untuk masalah-masalah akibat kenaikan harga BBM,” jelas Edy di depan massa aksi di luar gerbang DPRD Jepara, Rabu (14/9/2022).

Baca: Mahasiswa Jepara Gelar Aksi, Ini Enam Tuntutannya pada PemerintahMelalui anggaran itu, Pemkab Jepara mengalokasikannya ke beberapa sektor. Yaitu untuk bantuan sosial sebesar Rp 200 juta, subsidi BBM untuk angkutan kota atau angkutan desa sebesar Rp738 juta,Kemudian, bantuan subsidi BBM bagi petani sebesar Rp 2,05 miliar, penciptaan tenaga kerja berupa bantuan tenda untuk UMKM sebesar Rp 300 juta, dan bantuan sosial kepada nelayan sebesar Rp 1,862 miliar.”Ini menjadi bukti bahwa Pemkab Jepara tidak tinggal diam saat ada kenaikan harga BBM,” tegas Edy. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler