Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Jepara – Setelah berbulan-bulan kesulitan memperoleh BBM jenis solar, akhirnya nelayan di wilayah Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, bisa kembali membelinya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).

Pagi tadi, Ngateno, salah satu nelayan di pesisir Mlonggo, datang menenteng dua jeriken kecil. Ia mengisi solar di SPDN AKR Mlonggo. Hari ini, dia mengisi solar 20 liter untuk sekali berangkat melaut.

”Kebutuhan saya sedikit. Paling-paling sekali berangkat melaut butuh 15-20 liter. Tergantung jaraknya,” kata Ngateno, Jumat (21/10/2022).

Sebelum SPBN dibuka, Ngateno terpaksa membeli solar di SPBU Sekuro. Kalau tak kebagian, dia membeli di warung eceran kampung.

Baca: Jangan Ngaku Jago, Ikuti Lomba Baca Puisi Kreatif Yayasan Gaperto Jepara

Namun, Ngateno dan para nelayan lainnya sempat tak bisa membeli di SPBU karena Pertamina melarangnya. Hingga kemudian, Pertamina memberi izin untuk membeli di SPBU.

Untuk bisa membeli solar di SPBN, Ngateno wajib menyodorkan surat rekomendasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Jepara. Pada surat tersebut, jatah bulanan Ngateno berdasarkan kapasitas mesin kapal 3 GT, yaitu sebanyak 621 liter.

”Ngurus surat rekomendasi agak sulit. Tapi sekarang saya sudah punya. Saya sudah lega, bisa beli solar dan melaut lagi,” ujar Ngateno.
”Ngurus surat rekomendasi agak sulit. Tapi sekarang saya sudah punya. Saya sudah lega, bisa beli solar dan melaut lagi,” ujar Ngateno.Sementara itu, David Valentino Tamara Putra, Operator SPDN AKR Mlonggo, mengatakan pembukaan SPBN itu sejak pekan lalu (12/10/2022). Ini setelah mendapatkan izin dari BPH Migas karena sebelumnya diblokir akibat mesin mengalami kerusakan.Hingga Desember 2022 mendatang, setiap bulan kuota solar di SPDN AKR Mlonggo dijatah 55 kiloliter. Kuota tersebut mestinya kurang jika dibandingkan dengan jumlah nelayan di area Mlonggo. Di mana, jumlah nelayan di sana ada 185 orang.”Kuota itu hanya mencukupi wilayah Mlonggo saja. Untuk 185 nelayan, kebutuhan totalnya 160 kilolter per bulan,” jelas David.Beruntung, para nelayan di pesisir Mlonggo tidak hanya bertumpu pada SPBN saja. Tetapi masih bisa membeli solar di SPBU Sekuro.Untuk syarat pembelian, David melihat mayoritas nelayan di wilayah itu sudah memegang surat rekomendasi sesuai yang dipersyaratkan. Jika ada yang belum memiliki, pihaknya akan membantu membuatkan.https://youtu.be/_O5qIWnm5Y0Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler