Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar mengatakan, banjir rob memang dimungkinkan masuk ke daratan Jepara. Khususnya, di wilayah pesisir laut.

Peristiwa itu terakhir terjadi pada Mei 2022. Saat itu, sejumlah wilayah di Kecamatan Jepara tergenang banjir rob.

Baca: Rob Masih Menghantui Jepara Hingga Akhir Mei

Sejumlah titik, seperti kawasan Pecinan dan sekitarnya, tak luput dari jangkauan rob. Padahal, tahun-tahun sebelumnya tidak pernah sampai kawasan itu.

Ary mengatakan, sejauh ini, pihaknya hanya melakukan normalisasi saluran-saluran air. Itu dilakukan untuk meminimalisir air rob meluap ke permukiman.

Menurutnya, untuk membebaskan kawasan Jepara dari banjir rob bukanlah hal yang mudah. Karena, diperlukan pembangunan infrastruktur yang cukup besar.

Infrastruktur yang dimaksud Ary adalah pembangunan sistem polder. Atau pembuatan pintu-pintu air di outlet pembuangan air laut.Baca: Banjir Rob Rendam Wilayah Jepara KotaTak hanya itu, harus juga dibangun pompa-pompa air. Selama ini, pemda hanya memiliki pompa pengendali banjir karena intensitas hujan, bukan disebabkan air rob.’’Untuk membangun sistem-sistem itu dibutuhkan biaya besar. Mulai puluhan sampai ratusan miliar rupiah,’’ ungkap Ary. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler