Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pada September 2022 lalu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberi penghargaan kepada Kabupaten Jepara atas capaian nilai investasi PMA se-Jawa Tengah. Penghargaan itu dihitung dalam rentan waktu kuartal I sampai III  2022.

’’Capaian investasi PMA kita sudah melampaui target. Bahkan mencapai 200 persen,’’ kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jepara, Hery Yulianto, Jumat (10/12/2022).

Baca: Pemkab Jepara Klaim Sudah Tak Ada Diskriminasi pada Disabilitas

Sebelumnya, Pemkab Jepara menargetkan capaian investasi PMA sebesar Rp 4 triliun untuk tahun ini. Alasannya, kondisi pemulihan Jepara dari pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan capaian investasi PMA di Jepara sebesar Rp 6,2 triliun.

Tahun 2021 lalu, capaian investasi PMA di Jepara juga melampaui target. Dari target Rp 6 triliun, tercapai Rp 6,4 triliun.

Hanya saja, tingginya capaian investasi PMA tersebut ternyata belum mampu menekan angka pengangguran dan kemiskinan secara signifikan.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jepara sepanjang tahun 2022 ini mencapai 4,10 persen. Kemudian pada 2021 mencapai 4,23 persen atau sebanyak 29.076 orang. Angka ini turun 2,47 persen dibanding Agustus 2020.Sedangkan, angka kemiskinan di Jepara pada tahun 2020 mencapai 7,17 persen, tahun 2021 mencapai 7,44 persen dan tahun 2022 ini hanya turun menjadi 6,88 persen.Dengan semakin banyaknya investasi PMA, Hery berharap agar angka kemiskinan dan pengangguran bisa ditekan secara signifikan.Namun, karena kondisinya masih dalam tahap pemulihan pasca pandemi dan situasi global yang tak menentu, prosesnya dinilai belum bisa secepat seperti yang diharapkan.’’Kita berharap sampai kuartal terakhir nanti ada peningkatan investasi asing maupun dalam negeri,’’ pungkas Hery. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler