Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


’’Kami tidak bisa terima dengan itu. Ini yang dirugikan, kami dan orang-orang yang semestinya bisa membeli BBM bersubsidi,’’ kata Ketua Fornel Jepara, Sunarto, Rabu (21/12/2022).

Sunarto mengatakan sampai saat ini para nelayan masih sering kesulitan membeli solar. Selain karena ribet harus menggunakan barcode dan surat rekomendasi dari dinas terkait, nelayan juga kerap tak kebagian solar di SPBU.

Baca: Polres Jepara Buru Pelaku Pembelian Solar Ilegal

Ia mengungkapkan, isu kasus tersebut sudah lama berseliweran di telinga nelayan. Isu tersebut dibuktikan dengan tertangkapnya sebuah truk yang melakukan hal serupa di SPBU Sekuro, Kecamatan Mlonggo beberapa bulan lalu. Namun, kasus tersebut berakhir dengan ketidakjelasan.

’’Sedangkan, buktinya sampai hari ini mereka masih melakukan hal yang sama. Tentunya kami mendesak Polisi agar memproses secara hukum,’’ kata dia.

Informasi yang masuk ke telinga Sunarto, diduga para pelaku mengumpulkan solar-solar itu di sebuah desa di Kecamatan Tahunan. Dari sana, solar kemudian dijual kembali. Solar itu dijual kapal-kapal besar skala industri.
Informasi yang masuk ke telinga Sunarto, diduga para pelaku mengumpulkan solar-solar itu di sebuah desa di Kecamatan Tahunan. Dari sana, solar kemudian dijual kembali. Solar itu dijual kapal-kapal besar skala industri.’’Kami para nelayan kecil merasa sangat dirugikan. Fornel sudah berembuk dan memutuskan untuk mengawal ketat kasus ini,’’ tandas Sunarto.Diberitakan sebelumnya, sebuah truk yang dimodivikasi dengan memasang tangki 5000 liter ke baknya tertangkap basah saat mengisi BBM di SPBU Wonorejo atau sering disebut SPBU Mambak.Saat ini, truk tersebut telah diamankan kepolisian. Namun, pelakunya berhasil kabur. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler