Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sebuah perahu berukuran GT-26 bernama Barokah bersiap mengangkut logistik berupa kebutuhan pangan pokok ke Karimunjawa.

Sore ini, Selasa (27/12/2022), berbagai jenis logistik ditata di perahu tersebut. Seperti beras, telur, sayuran, gula dan lainnya.

Rencananya, perahu tersebut tak sendirian menerjang cuaca buruk dan gelombang tinggi dari Jepara menuju Karimunjawa.

Baca: Nekat! Nelayan Karimunjawa Berlayar Kirim Ikan ke Jepara

Sebuah perahu berukuran GT-17 yang baru tiba membawa ikan dari Karimunjawa siap menemani membawa logistik.

Mujahidin, juru kemudi perahu Barokah, mengaku terpaksa menerjang gelombang tinggi karena logistik di Karimunjawa kian menipis.

Sebab, sejak Jumat (23/12/2022) lalu, KMP Siginjai yang biasa mengirim logistik tak bisa berlayar karena cuaca buruk. Biasanya, saat cuaca bagus, ia mengaku bisa tiga kali mengambil logistik ke Jepara selama sepekan.

’’Logistik sudah berkurang. Sembako yang mulai didapat seperti sayur, cabai, telur dan lainnya,’’ kata Mujahidin.

Mujahidin mengatakan, logistik yang dia bawa itu merupakan titipan dari pelanggan di Karimunjawa. Selama penyetopan pelayaran oleh Syahbandar Jepara, baru Mujahidin yang bisa sampai ke Jepara untuk mengambil logistik.

Sebelumnya, ada sebuah perahu yang berusaha berlayar. Namun karena ombak begitu tinggi, perahu tersebut terpaksa berbalik arah karena nyaris terbalik di tengah laut.

Baca: Tak Bisa Melaut, Nelayan Jepara Berharap Bantuan Pangan Segera Diberikan
Baca: Tak Bisa Melaut, Nelayan Jepara Berharap Bantuan Pangan Segera DiberikanDia berencana kembali ke Karimunjawa selepas subuh esok hari, Rabu (28/12/2022). Namun, bila cuacanya buruk dia akan mengurungkan niatnya.’’Kalau anginnya agak reda, kami berangkat. Tapi kalau melihat cuaca hari ini, sepertinya masih aman,’’ kata Mujahidin.Terpisah, Camat Karimunjawa, Muslikin menyebutkan, per hari ini di wilayah ibu kota Kecamatan Karimunjawa masih tersedia sekitar 6 ton beras, 21 ton gula, dan sejumlah tepung, telur dan minyak goreng. Persediaan ini diprediksi masih bisa bertahan untuk sepekan ke depan.Sementara itu, lanjut dia, di luar wilayah ibu kota kecamatan biasanya warga sudah memiliki persediaan yang cukup. Sebab, masyarakat sudah terbiasa dengan kondisi cuaca yang disebut baratan itu selalu muncul setiap tahunnya.Muslikin tak menampik adanya kapal kecil yang memaksa berlayar ke Jepara untuk mengambil logistik. Menurutnya, warga Karimunjawa sudah sangat paham dengan situasi laut dalam kondisi buruk semacam ini.Mereka pun dinilai sudah bisa memperhitungkan kapan bisa berlayar saat kapal besar tak bisa berlayar.’’Yang dari Batu Lawang, informasinya malam ini mau berangkat (ke Jepara, red). Karena membaca cuacanya malam ini agak reda dibanding pagi,’’ ungkap Muslikin.Pihaknya berharap cuaca buruk dan gelombang tinggi akan segera reda. Sehingga, kapal-kapal bisa mengangkut logistik lagi ke Karimunjawa.https://youtu.be/Kf0ccOrjq2cReporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler