Sebuah perahu berukuran GT-26 bernama Barokah bersiap mengangkut logistik berupa kebutuhan pangan pokok ke Karimunjawa.
Sore ini, Selasa (27/12/2022), berbagai jenis logistik ditata di perahu tersebut. Seperti beras, telur, sayuran, gula dan lainnya.
Rencananya, perahu tersebut tak sendirian menerjang cuaca buruk dan gelombang tinggi dari Jepara menuju Karimunjawa.
Baca: Nekat! Nelayan Karimunjawa Berlayar Kirim Ikan ke JeparaSebuah perahu berukuran GT-17 yang baru tiba membawa ikan dari Karimunjawa siap menemani membawa logistik.
Mujahidin, juru kemudi perahu Barokah, mengaku terpaksa menerjang gelombang tinggi karena logistik di Karimunjawa kian menipis.
Sebab, sejak Jumat (23/12/2022) lalu, KMP Siginjai yang biasa mengirim logistik tak bisa berlayar karena cuaca buruk. Biasanya, saat cuaca bagus, ia mengaku bisa tiga kali mengambil logistik ke Jepara selama sepekan.
’’Logistik sudah berkurang. Sembako yang mulai didapat seperti sayur, cabai, telur dan lainnya,’’ kata Mujahidin.
Mujahidin mengatakan, logistik yang dia bawa itu merupakan titipan dari pelanggan di Karimunjawa. Selama penyetopan pelayaran oleh Syahbandar Jepara, baru Mujahidin yang bisa sampai ke Jepara untuk mengambil logistik.
Sebelumnya, ada sebuah perahu yang berusaha berlayar. Namun karena ombak begitu tinggi, perahu tersebut terpaksa berbalik arah karena nyaris terbalik di tengah laut.
Baca: Tak Bisa Melaut, Nelayan Jepara Berharap Bantuan Pangan Segera Diberikan
Baca: Tak Bisa Melaut, Nelayan Jepara Berharap Bantuan Pangan Segera DiberikanDia berencana kembali ke Karimunjawa selepas subuh esok hari, Rabu (28/12/2022). Namun, bila cuacanya buruk dia akan mengurungkan niatnya.’’Kalau anginnya agak reda, kami berangkat. Tapi kalau melihat cuaca hari ini, sepertinya masih aman,’’ kata Mujahidin.Terpisah, Camat Karimunjawa, Muslikin menyebutkan, per hari ini di wilayah ibu kota Kecamatan Karimunjawa masih tersedia sekitar 6 ton beras, 21 ton gula, dan sejumlah tepung, telur dan minyak goreng. Persediaan ini diprediksi masih bisa bertahan untuk sepekan ke depan.Sementara itu, lanjut dia, di luar wilayah ibu kota kecamatan biasanya warga sudah memiliki persediaan yang cukup. Sebab, masyarakat sudah terbiasa dengan kondisi cuaca yang disebut baratan itu selalu muncul setiap tahunnya.Muslikin tak menampik adanya kapal kecil yang memaksa berlayar ke Jepara untuk mengambil logistik. Menurutnya, warga Karimunjawa sudah sangat paham dengan situasi laut dalam kondisi buruk semacam ini.Mereka pun dinilai sudah bisa memperhitungkan kapan bisa berlayar saat kapal besar tak bisa berlayar.’’Yang dari Batu Lawang, informasinya malam ini mau berangkat (ke Jepara, red). Karena membaca cuacanya malam ini agak reda dibanding pagi,’’ ungkap Muslikin.Pihaknya berharap cuaca buruk dan gelombang tinggi akan segera reda. Sehingga, kapal-kapal bisa mengangkut logistik lagi ke Karimunjawa.https://youtu.be/Kf0ccOrjq2cReporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi
Murianews, Jepara – Nelayan Karimunjawa Jepara tak bisa berdiam diri dengan cuaca buruk dan gelombang laut tinggi. Pasalnya, persediaan logistik dan pangan di sana semakin menipis.
Sebuah perahu berukuran GT-26 bernama Barokah bersiap mengangkut logistik berupa kebutuhan pangan pokok ke Karimunjawa.
Sore ini, Selasa (27/12/2022), berbagai jenis logistik ditata di perahu tersebut. Seperti beras, telur, sayuran, gula dan lainnya.
Rencananya, perahu tersebut tak sendirian menerjang cuaca buruk dan gelombang tinggi dari Jepara menuju Karimunjawa.
Baca: Nekat! Nelayan Karimunjawa Berlayar Kirim Ikan ke Jepara
Sebuah perahu berukuran GT-17 yang baru tiba membawa ikan dari Karimunjawa siap menemani membawa logistik.
Mujahidin, juru kemudi perahu Barokah, mengaku terpaksa menerjang gelombang tinggi karena logistik di Karimunjawa kian menipis.
Sebab, sejak Jumat (23/12/2022) lalu, KMP Siginjai yang biasa mengirim logistik tak bisa berlayar karena cuaca buruk. Biasanya, saat cuaca bagus, ia mengaku bisa tiga kali mengambil logistik ke Jepara selama sepekan.
’’Logistik sudah berkurang. Sembako yang mulai didapat seperti sayur, cabai, telur dan lainnya,’’ kata Mujahidin.
Mujahidin mengatakan, logistik yang dia bawa itu merupakan titipan dari pelanggan di Karimunjawa. Selama penyetopan pelayaran oleh Syahbandar Jepara, baru Mujahidin yang bisa sampai ke Jepara untuk mengambil logistik.
Sebelumnya, ada sebuah perahu yang berusaha berlayar. Namun karena ombak begitu tinggi, perahu tersebut terpaksa berbalik arah karena nyaris terbalik di tengah laut.
Baca: Tak Bisa Melaut, Nelayan Jepara Berharap Bantuan Pangan Segera Diberikan
Dia berencana kembali ke Karimunjawa selepas subuh esok hari, Rabu (28/12/2022). Namun, bila cuacanya buruk dia akan mengurungkan niatnya.
’’Kalau anginnya agak reda, kami berangkat. Tapi kalau melihat cuaca hari ini, sepertinya masih aman,’’ kata Mujahidin.
Terpisah, Camat Karimunjawa, Muslikin menyebutkan, per hari ini di wilayah ibu kota Kecamatan Karimunjawa masih tersedia sekitar 6 ton beras, 21 ton gula, dan sejumlah tepung, telur dan minyak goreng. Persediaan ini diprediksi masih bisa bertahan untuk sepekan ke depan.
Sementara itu, lanjut dia, di luar wilayah ibu kota kecamatan biasanya warga sudah memiliki persediaan yang cukup. Sebab, masyarakat sudah terbiasa dengan kondisi cuaca yang disebut baratan itu selalu muncul setiap tahunnya.
Muslikin tak menampik adanya kapal kecil yang memaksa berlayar ke Jepara untuk mengambil logistik. Menurutnya, warga Karimunjawa sudah sangat paham dengan situasi laut dalam kondisi buruk semacam ini.
Mereka pun dinilai sudah bisa memperhitungkan kapan bisa berlayar saat kapal besar tak bisa berlayar.
’’Yang dari Batu Lawang, informasinya malam ini mau berangkat (ke Jepara, red). Karena membaca cuacanya malam ini agak reda dibanding pagi,’’ ungkap Muslikin.
Pihaknya berharap cuaca buruk dan gelombang tinggi akan segera reda. Sehingga, kapal-kapal bisa mengangkut logistik lagi ke Karimunjawa.
https://youtu.be/Kf0ccOrjq2c
Reporter: Faqih Mansur Hidayat
Editor: Zulkifli Fahmi