Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Diketahui, santri dari Pondok Pesantren Al-Falah Bakalan, Kecamatan Kalinyamatan itu dilaporkan hanyut di Sungai bakalan atau disebut Sungai Turut, Desa Margoyoso, Kalinyamatan.

Korban hanyut saat membersihkan diri usai bermain bola di Lapangan Margoyoso. Mendapati laporan itu, Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian.

’’Pencarian masih terus berlanjut. Sampai saat ini masih nihil,’’ kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Nor Isdiyanto, Selasa (3/1/2023).

Baca: Santri di Jepara Hilang Terseret Arus Sungai

Arwin menerangkan, tim sudah menyisir dari titik lokasi jatuhnya korban hingga radius 15 km. Pencarian pun dilakukan menggunakan dua perahu karet milik BPBD Jepara dan Basarnas.
Arwin menerangkan, tim sudah menyisir dari titik lokasi jatuhnya korban hingga radius 15 km. Pencarian pun dilakukan menggunakan dua perahu karet milik BPBD Jepara dan Basarnas.’’Penyisiran dari titik lokasi sampai Kalipucang Wetan sejauh kurang lebih 15 kilometer (dari lokasi kejadian, red),’’ kata Arwin.Upaya pencarian pun mengalami kendala lantaran arus sungai yang deras. Arwin mengatakan, pencarian masih dilakukan sampai operasi pencarian selesai, yakni dalam sepekan. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler