Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Mereka bergotong royong meninggikan tanggul sungai sebagai upaya pencegahan banjir susulan. Peninggian tanggul dilakukan menggunakan karung berisi pasir.

Petinggi Desa Dorang, Arif Supratiknyo mengatakan, ada sekitar 2000 karung berisi pasir yang dijadikan tanggul. Tanggul darurat itu dipasang di sepanjang 125 meter untuk memperbaiki tanggul yang sebelumnya cekung.

’’Tanggul ini kami dirikan untuk berjaga-jaga, untuk antisipasi kalau ada limpasan air lagi,’’ kata Arif, Jumat (13/1/2023).

Baca: Pemain Persijap Jepara Tuntut Liga 2 Terus

Peninggian tanggul itu sudah dimulai sejak dua hari lalu (11/1/2023). Namun, pekerjaan sempat berhenti lantaran ada kunjungan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Arif menyebut, banjir di Desa Dorang sudah surut. Namun, warga masih khawatir banjir kembali datang saat debit air di Sungai SWD kembali tinggi.

’’Karena memang musim penghujan masih lama. Khawatirnya kalau debit air kembali tinggi,’’ jelas Arif.
’’Karena memang musim penghujan masih lama. Khawatirnya kalau debit air kembali tinggi,’’ jelas Arif.Terpisah, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Noor Insdiyanto menyatakan saat ini tanggul itu sangat penting.Itu mengingat, letak geografis Desa Dorang berada di cekungan. Akibatnya, banjir akan lebih lama surutnya saat sudah masuk ke permukiman warga.’’Sebagian titik masih ada air menggenang. Karena memang posisinya ngendok (cekungan, red). Makanya terus dipompa,’’ terang Arwin.Sebelumnya, Desa Dorang sempat terendam banjir selama sekitar dua pekan. Tercatat ada 3000 warga atau 1031 KK yang menjadi korban. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler