Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Layanan ini telah diluncurkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jepara sejak pekan lalu. Dengan layanan ini, orang tua tak perlu lagi repot mengurus akta kelahiran dan kartu identitas anak ke kantor Disdukcapil.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Jepara, Abdul Syukur mengatakan, layanan Bilang Bapak merupakan akronim dari Bayi Pulang Bawa Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA).

’’Pertama, kami kerja sama dengan RS PKU Aisyiyah Jepara,’’ kata Syukur, Sabtu (21/1/2023).

Baca: Konsumsi Elpiji 3 Kg Rumah Tangga di Jepara Dijatah 4 Tabung Sebulan

Syukur menerangkan, melalui layanan Bilang Bapak, setiap anak yang dilahirkan di rumah sakit ini otomatis akan mendapatkan akta kelahiran dan KIA. Tujuannya, untuk mempermudah akses masyarakat memperoleh dua administrasi kependudukan itu.

Jika biasanya setelah bayi lahir, kata Syukur, orang tua harus mengurus akta kelahiran dan KIA  sendiri, melalui Bilang Bapak semua sudah diurus RS dan Disdukcapil. Pada saat bayi pulang, orang tua sudah membawa kedua dokumen tersebut secara gratis.’’Sekarang ini hampir semua urusan publik membutuhkan akta kelahiran. Akta kelahiran menjadi dasar penerbitan dokumen kependudukan yang lain setelah Nomor Induk Kependudukan (NIK). Jadi semua warga harus memiliki akta kelahiran,’’ jelas Syukur.Pihaknya menilai, potensi penerbitan akta kelahiran dan KIA di rumah sakit sangat besar. Di RS PKU Aisyiyah misalnya, setiap bulan ada sekitar 150 ibu yang melahirkan. Atau dalam setahun bisa mencapai 1.800 persalinan. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News