Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pengelola wisata Akar Seribu Plajan, Priyatin mengatakan, buaya berukuran 2 meter itu lepas dari kandang dan diketahui penjaga pada pukul 05.30 WIB tadi, Jumat (27/1/2023).

’’Benar, buaya yang satu lepas. Yang lebih kecil dari kemarin,’’ kata Priyatin kepada Murianews.

Sebelumnya, seekor buaya berukuran 3,5 meter lepas dari kandang dua hari lalu. Sebab debit air tinggi akibat hujan. Buaya berhasil merusak pagar kandang itu.

Baca: Buaya 3,5 Meter di Akar Seribu Jepara Lepas

Pihaknya mengungkapkan, buaya itu lepas lantaran kandang yang sempat rusak belum dibenahi. Selain itu, hujan lebat yang turun sejak semalam membuat air kolam meluap.

Beruntung, buaya lepas belum begitu jauh. Masih sekitar 50 meter dari kandang dan masih di area obyek wisata.

’’Buaya dievakuasi penjaga wisata dan warga,’’ terang Priyatin.
’’Buaya dievakuasi penjaga wisata dan warga,’’ terang Priyatin.Sampai saat ini, Priyatin belum melaporkannya kepada BKSDA. Pihaknya memilih mencari pihak terdekat yang mau dititipi buaya tersebut. Termasuk mau dititipi satu buaya lainnya yang berada di rumah Priyatin.Priyatin beralasan, BKSDA saja tidak memiliki tempat penitipan buaya. Seperti yang lepas dua hari lalu, pihaknya yang meminta bantuan kepada BKSDA untuk mencarikan tempat penitipan justru harus keluar biaya.’’Yang kemarin ditempatkan di Semarang Zoo. Saya keluar biaya sendiri Rp 1 juta. Itu kan mahal,’’ kata Priyatin.Untuk itu, ia berharap agar ada pihak yang mau mengurus dua buaya tersebut di tempat yang layak. Terutama wilayah terdekat supaya Priyatin tak lagi keluar biaya besar. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler