Penanganan Orang Terlantar di Jepara Dinilai Kurang
Faqih Mansur Hidayat
Selasa, 7 Februari 2023 20:20:03
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Berdasarkan Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades), ada sebanyak 1.167 jiwa. Mereka terdiri dari anak terlantar sebanyak 1.038 jiwa, lansia terlantar 102 jiwa serta gelandangan dan pengemis (Gepeng) sebanyak 27 jiwa.
’’Data itu saya rasa masih abu-abu. Mestinya lebih banyak. Dan kami sudah meminta dinas memvalidasi datanya,’’ kata Nur Hidayat, Selasa (7/2/2023).
Baca: Kejar-kejaran sampai Terperosok, Mobil Rokok Ilegal asal Jepara Diamankan
Menurutnya, masih banyak orang terlantar di kampung-kampung yang belum tersentuh tangan pemerintah. Ia menyebut, tingginya angka orang terlantar itu dilatarbelakangi berbagai masalah, di antaranya kondisi ekonomi yang tidak stabil.
Politisi NasDem itu kurangnya perhatian pemerintah dalam menangani orang terlantar itu terlihat dari minimnya anggaran untuk pos tersebut. Di mana, pada 2022 ini, penanganan orang terlantar hanya Rp 2,6 miliar. Jumlah itu dinilainya jauh dari kata ideal.
Meski ukuran ideal sulit ditentukan, anggaran itu harus ditingkatkan lagi. Tujuannya agar lebih banyak orang terlantar yang terbantu.
’’Pemerintah Jepara perhatiannya terhadap masalah sosial masih minim,’’ katanya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



