Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Mudhofir mengatakan, virus LSD itu menyebar di Kecamatan Batealit, Kedung, Kembang, Pakis Aji, Tahunan, Bangsri, Keling dan Jepara.
’’LSD semakin menyebar karena distribusi ternak. Selain itu, virus ini dibawa vektor sehingga bisa menular ke tempat lain,’’ terang Mudhofir, Jumat (17/2/2023).
Baca: Ambulans Laut di Karimunjawa Jepara Dikeluhkan, Ini Respon Dinkes Jateng
Pihaknya menjelaskan, dari 26 kasus yang terdata, baru tiga ekor yang dinyatakan positif berdasarkan hasil uji Laboratotium Kesehatan Hewan Yogyakarta. Meski begitu, 23 sapi lainnya tersebut sudah menunjukkan ciri-ciri mirip LSD.
Sampel yang diambil itu berasal dari Desa Bugel Kecamatan Kedung, Desa Pendem, Kecamatan Kembang, dan di Desa Batealit, Kecamatan Batealit.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



