Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dalam data yang sama, di Kabupaten Jepara total terdapat 7.257 anak yang mengalami stunting. Jumlah tertinggi, di Kecamatan Kedung dengan 747 kasus.

Kepala Puskesmas Karimunjawa, Suhadi mengatakan, sebelum update data terbaru itu, kasus stunting di Karimunjawa mencapai 8,6 persen. Pihaknya belum mau berpuas diri. Suhadi masih bertekad untuk menekan angka stunting.

’’Maret nanti ada update lagi. Insyaallah kami bisa tiga koma. Kami gas pol rem blong penanganan stunting,’’ kata Suhadi, Selasa (21/2/2023).

Baca: Pelayanan Puskesmas Karimunjawa Jepara Bikin Warga Kesengsem

Capaian tersebut mendahului target penurunan angka stunting yang dicanangkan Pemkab Jepara di bawah 10 persen tahun ini.

Ada dua langkah dalam penanganan stunting yang dicanangkan Puskesmas Karimunjawa. Pertama, memantau perkembangan balita yang sudah berstatus stunting. Mereka diberi susu dan makanan bergizi tambahan.

Kedua, upaya preventif atau pencegahan jangka panjang. Dalam hal ini, Suhadi memberikan tablet vitamin tambah darah kepada remaja putri, kelas ibu hamil, dan kelas balita.
Kedua, upaya preventif atau pencegahan jangka panjang. Dalam hal ini, Suhadi memberikan tablet vitamin tambah darah kepada remaja putri, kelas ibu hamil, dan kelas balita.’’Respon masyarakat sangat antusias. Dan ini menjadi modal besar untuk menekan stunting bersama-sama,’’ ujar Suhadi.Dalam waktu dekat, pihaknya berencana membuat kafe Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) di Puskesmas Karimunjawa. Saat ini pihaknya sedang menyurati pimpinan Bank BRI untuk meminta bantuan pengadaan sarana pelengkap.Rencananya, lanjut Suhadi, Kafe Germas buka saat malam hari. Selama buka, masyarakat bebas datang untuk konsultasi mengenai kesehatan. Ada tiga meja dengan konsultan gizi.’’Nanti yang kita tawarkan produk lokal. Makanan yang tidak mengandung banyak lemak dan sehat. Contoh, pisang rebus, ketela rebus atau jus. Harapannya pola makan sehat itu bisa ditiru warga untuk membiasakannya,’’ imbuh Suhadi. Reporter: Faqih Mansur HidayatEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler