Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Beberapa gambar di antaranya menunjukan satu orang salat dengan berdiri di atas dua sepeda motor, dan empat orang lainnya menirukan salat di belakangnya di jalan. Yang meniru menjadi imam, bertelanjang dada, mengenakan celana pendek saja sambil mengenakan peci warna cokelat.

Sementara empat orang yang menirukanya tiga orang mengenakan pakaian sopan, dan satu orang mengenakan baju terbuka. Mereka layaknya salat  berjamaah. Diduga mereka melakukannya di wilayah Jepara.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin dikonfirmasi kasus ini oleh MuriaNewsCom, belum memberikan keterangan. Dihubungi melalui saluran WA dan juga ditelepon, Samsu tak juga mengangkat meski teleponnya aktif.

Dikutip dari www.detik.com, Samsu menjelaskan, pihaknya telah menemukan enam remaja itu. "Kami temukan enam remaja. Kita datangi rumahnya," kata Samsu, Selasa (6/12/2016).

Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP Suwarsono mengatakan, polisi mendatangi rumah remaja berinisal KM,  Senin (5/12/2016) malam. Polisi meminta KM untuk mengumpulkan lima lainnya.

Ternyata, mereka merupakan rekan satu sekolah, dan juga satu kampong. "Mereka itu satu sekolahan, satu kampung juga. Ketemu satu terus saya minta kumpul di salah satu rumah. Orang tua mereka kaget," tandas Suwarsono.

Para remaja tanggung tersebut adalah KM (15), MA (16), MJ (15), MS (15), RK (16), dan DC (16). Mereka kemudian dimintai keterangan di Mapolres Jepara dan dilakukan apel serta pembinaan.Kepada polisi, mereka mengaku hanya gaya-gayaan dan bermaksud agar terkenal. Namun mereka mengakui tidak bermaksud melecehkan agama Islam yang sebenarnya juga mereka anut itu."Mereka mengaku hanya iseng, ingin foto dan terkenal. Mereka bilang tidak tahu dampak perbuatan mereka. Masih kecil-kecil mereka, ditanya jawabannya polos," tandasnya.Foto tersebut mereka ambil sepekan lalu setelah berwisata di Pantai Kartini Jepara. Di jalan, lima orang berpose dan satu orang mengambil foto. Remaja berinisial KM kemudian mempostingnya hari Senin (5/12) kemarin dengan caption "ws gaul th durung gan....? #gila" dan ternyata menjadi viral.Polisi melakukan tindakan agar tidak terjadi keresahan. Setelah dilakukan pemeriksaan, para remaja itu dipulangkan namun wajib apel setiap hari Senin dan Kamis sembari diberikan pembinaan."Senin dan Kamis wajib apel untuk pembinaan. Yang penting sekarang masyarakat tahu mereka tidak punya tujuan jahat. Masyarakat tidak perlu resah," pungkasnya.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler