Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


1. Aksi pembunuhan tersadis, mayat perempuan dibakar

Tepatnya pada 10 Juli 2016 terkuak. Yakni ditemukannya mayat di di punden area persawahan, Dukuh Ketanggi, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngawen. Mayat berjenis kelamin perempuan itu dibakar oleh pembunuhnya.

Identitas mayat itu ternyata Ninik Susilo, perempuan warga Desa Kedungrejo Kecamatan Tunjungan, Blora. Korban dibunuh oleh Sumijan (39) alias Jan Sapi, warga Dukuh Bedegan, Desa Bangklean, Kecamatan Jati, Blora. Polisi mengungkapkan, motif pembunuhan Ninik Susilo karena ingin menutupi hubungan asmara antara pelaku dan korban. Sebab tersangka juga sudah memiliki keluarga.

[caption id="attachment_104382" align="aligncenter" width="565"]kaleidoskop-mayat-dibakar Warga dan polisi berada di lokasi pembunuhan mayat yang dibakar di Kabupaten Blora, beberapa bulan lalu. (MuriaNewsCom)[/caption]

 

Tersangka dikenai pasal berlapis khususnya pasal 340 KUHP, subsider pasal 338, pasal 355 dan pasal 365 dengan ancaman hukuman kurungan di atas 15 tahun. Saat ini pelaku diamankan di Mapolres Blora bersama barang bukti milik korban. Di antaranya satu unit Honda Revo tahun 2013 bernopol k-4281-WN antas nama Ninik Susilo yang merupakan korban pembunuhan, Helm warna merah muda, dan satu buah ponsel.

Selain barang milik pribadi korban, barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian juga diamankan. Di antaranya satu buah batu gunung warna kuning dengan ukuran helm orang dewasa, sisa abu jerami dan sisa kayu terbakar. Satu pasang sandal jepit warna kombinasi, serta daun kering terdapat bercak darah.

Baca juga : 54 Adegan Pembunuhan Sadis Ninik Susilo Direkonstruksi 

 
2. Bencana alam puting beliung yang tewaskan warga
2. Bencana alam puting beliung yang tewaskan wargaBencana angin puting beliung melanda Desa Bogowanti, Kecamatan Ngawen, Sabtu sore (29/10/2016). Seorang warga setempat tewas, akibat tertimpa bangunan yang ambruk. Korban bernama Ahmad Solekan (17).Rumah yang ambruk itu merupakan milik warga, Sutar. Keterangan yang dihimpun, Sabtu sore sekitar pukul 15.30 WIB, Sutar ada di sawah yang lokasinya tak jauh dari rumah. Dia merasakan angin kencang menerjang perkampungannya. Sutar melihatnya dari sawah. [caption id="attachment_104384" align="aligncenter" width="565"]kaleidoskop-beliung Sebuah rumah warga yang hancur akibat bencana angin puting beliung yang mengakibatkan korban jiwa. (ISTIMEWA[/caption] Karena khawatir, Sutar bergegas ke rumah. Ternyata, bangunan rumahnya sudah rata dengan tanah. Dari balik reruntuhan, dia melihat tubuh putranya terbujur kaku dengan tertimpa reruntuhan bangunan. Sutar berteriak minta tolong kepada tetaangganya.Sejumlah tetangga tiba ke lokasi. Mereka berupaya menarik tubuh korban. Beberapa luka memar terlihat di bagian kepala siswa SMK Muhammadiyah 1 Blora itu.Baca juga : Puting Beliung di Blora, 1 Warga Bogowanti Tewas Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler